Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Tidak ada kata terlambat untuk mengenyam pendidikan. Rasanya hal itu sangat pas untuk mendeskripsikan semangat Aziza Mohammad Al Hanouma. Bahkan, dia rela satu kelas dengan sang anak.
Ibu lima anak itu merasa bekal pendidikan yang ia dapat tak sebanding dengan usianya yang sudah 30 tahun. Dia juga merasa malu kepada sang anak, tiap kali dimintai bantuan mengerjakan pekerjaan rumah, Aziza sama sekali tak punya pengetahuan.
Sadar dengan kekurangannya, Aziza bertekad kembali ke bangku sekolah. Demi memuluskan niatnya, dia memutuskan mendaftarkan di sekolah dasar Sam Bin Noah. Sekolah yang terletak di Provinsi Sana'a juga merupakan tempat bagi sang anak mengenyam pendidikan.
Setelah menyelesaikan studi, Aziza berencana melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi hingga ke level universitas. Kepala sekolah Sam Bin Noah yang telah bekerja selama 23 tahun terakhir, mengaku tidak pernah bertemu seorang murid dari kalangan ibu yang satu kelas dengan anaknya.
Kepada harian Al Thawra, Aziza tidak malu berbagi kisah ini ke masyarakat luas. Dia berharap kisah dan semangat belajarnya mampu menginspirasi perempuan Yaman yang hidup di tengah masyarakat konservatif.
Wanita di sana sering mengesampingkan pendidikan demi pernikahan di usia dini. Sebuah survei terbaru menunjukkan sekitar 60 persen perempuan terutama di daerah pedesaan masih berada dalam kondisi buta huruf dalam beberapa tahun terakhir. (Ervina Anggraini)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya