Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Mengantisipasi merebaknya sindrom pernapasan Timur Tengah atau Middle East Respiratory Syndrome (MERS), sejumlah Bandara Internasional di Indonesia, mulai memasang thermoscanner. Satu unit alat pendeteksi suhu badan manusia itu dipasang di pintu kedatangan internasional.
" Ini untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan masuknya virus corona MERS. Kita juga telah menyiagakan petugas kesehatan dari KKP (Kantor Kesehatan Pelabuhan)," ujar Airport Operation and Readiness Section Head PT Angkasa Pura I Bandara Internasional Adi Soemarmo, Rini Sri Rahayu, Senin 12 Mei 2014.
Dia menjelaskan, pemasangan thermoscanner dilakukan lantaran banyak jamaah umrah yang kembali ke Tanah Air. Diketahui, virus MERS tengah mewabah di Arab Saudi.
Nantinya jika ditemui penumpang dengan suhu badan tinggi, pihaknya akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Bahkan otoritas bandara juga telah menyiapkan ruang karantina.
" Penumpang yang bersuhu badan tinggi, akan kita berikan 'Kartu Kewaspadaan Dini' (Health Alert Card). Kita berikan catatan data mereka, hingga 4 minggu. Jika gejala makin menjadi kita akan anjurkan mereka dirawat dokter," ujar petugas KKP Bandara Adi Soemarmo, Lucky Taufika.
Pemasangan thermoscanner juga dilakukan di bandara-bandara lainnya, seperti Soekarno-Hatta (Tangerang), Adi Sucipto (Yogyakarta), Kuala Namu (Medan), Sultan Hasanuddin (Makasar), Ngurah Ray (Bali), Husein Sastraegara (Bandung).
(Sumber: Merdeka.com)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya