Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Tim Matematika Indonesia
Dream - Matahari baru setinggi galah di cakrawala timur. Ketika orang-orang itu riuh di Bandara Soekarno-Hatta. Mata mereka tak pernah bergeser dari pintu keluar bandara di Terminal II D itu.
Mereka adalah para orangtua dari 16 siswa yang baru saja ikut kompetisi matematika Wizards At Mathematics International Competition (WIZMIC) 2014 di India. Raut mereka semakin berseri saat yang ditunggu-tunggu telah muncul dari balik pintu kedatangan itu.
Pertemuan anak dan orangtua itu penuh gembira. Sebab, para remaja itu baru saja mengharumkan nama bangsa pada ajang internasional yang digelar di India pada 18 sampai 21 Oktober itu. Sebab, kontingen yang dikirim oleh Klinik Pendidikan MIPA (KPM) Bogor itu mampu menyabet 8 medali emas, 5 perak, dan 3 perunggu.
Peraih medali emas adalah Dick Jessen William (SMP Santa Maria Pekanbaru), Ignatius Kent Hastu Parahita (SMPN 26 Surabaya), Alfian Edgar Tjandra ( SMP Springfield Depok), Irfan Urane Aziz (SMPN 2 Depok), Fauzan Rafif Widyanto (SMPN 211 Jakarta), Pikatan Arya Bramajati ( SDN 2 Sokanegara Purwokerto), Muhammad Surya Siddiq (SMPIP Daarul Jannah Kabupaten Bogor), dan Rio Alexander Audino (SMPN 1 Singaraja Bali).
Peraih medali perak adalah Novianita Isnaynizahra (SMPIT Ummul Quro Bogor), Muhammad Hanif Afisena Nasution (SMPI Al Azhar 8 Kemang Pratama Bekasi), Mohammad Faraz Abisha Mirza (SMPI Al Azhar 8 Kemang Pratama Bekasi), Vania Rizky Juliana Wachid (SMPN 1 Surabaya), dan Azzahid A. Fairuzhaq Poeloengan (SMPN 1 Kota Bogor).
Sementara peraih medali perunggu adalah Armand Khalif Susetyo (SMP Labschool Kebayoran Jakarta), Hanan Fahmi (SMPI Al Azhar 12 Jakarta), dan Adinda Putri Salsabila (SMPN 1 Surabaya). Untuk kategori Team Award Indonesia meraih penghargaan 1 medali emas, 2 medali perak, dan 1 medali perunggu.
Perayaan kecil-kecilan pun dibuat di bandara yang terletak di Tangerang, Banten itu. Anak-anak yang telah mengharumkan nama bangsa itu pun mendapat kalungan bunga. Acara potong tumpeng kecil dilaksanakan sebagai ungkapan rasa syukur mereka. Acara itu diakhiri dengan doa dan berfoto bersama.
Namun, tak terlihat satu pun aparat pemerintah di tengah kegahagiaan itu. Karena memang anak-anak itu dikirim oleh KPM tanpa bantuan pemerintah. Baik pusat maupun daerah. Meski demikian, kontingen yang dibagi dalam 4 tim itu sukses besar. Bisa bersaing di papan atas melawan kontingen negara lain.
“ Kalau pemerintah mau membantu syukur, jika tidak ya tidak apa-apa dan nanti masyarakat yang menilai,” kata Presiden Direktur KPM Se-Ikhlasnya, Raden Ridwan Hasan Saputra, dikutip Dream dari Bogor+. Bagi Ridwan, mengharumkan nama bangsa tanpa merepotkan pemerintah itu lebih baik. Baca selengkapnya di sini.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya