Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kisah Kapolres Tak Bergaji 3 Bulan Demi Bantu Bangun Rumah Warga Miskin. (Foto: WowBabel.com)
Dream - Aksi seorang pejabat Polri berpangkat Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) dapat pujian netizen dan viral. Di tengah pandemi Covid-19, dia menyumbangkan seluruh gajinya untuk masyarakat.
Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Kabupaten Bangka Selatan (Basel), Provinsi Babel, AKBP Ferdinand Suwarji, rela tidak mendapat gaji selama tiga bulan demi membantu warga yang membutuhkan.
AKBP Ferdinand menyisihkan gaji pokoknya selama tiga bulan untuk membangun rumah warga miskin bernama Kakek Alpa, yang tinggal di sebuah gubuk seluas 2x3 meter yang cukup memprihatinkan.
Warga RT 02 RW 04, Kampung Lalang, Kelurahan Tanjung Ketapang, Toboali, Basel, itu tinggal di rumah setinggi 1,5 meter dengan dinding plastik semen dan lantai tanah liat.
Kakek Alpa yang selama ini hidup sebatangkara sekarang telah menempati rumah baru yang jauh lebih layak dari gubuk lamanya.
Rumah permanen berukuran 5x6 meter yang dibangun Kapolres Basel itu berdiri di samping gubuk lamanya yang tanahnya berasal dari hibah keluarga pemilik lahan.
Mengenai aksinya ini, AKBP Ferdinand mengatakan bahwa dia merasa terpanggil melihat kondisi rumah Kakek Alpa setelah mendapat informasi dari rekan wartawan.
" Jadi tiga bulan gaji saya dedidikasikan bantu bangun rumah yang lebih layak huni," kata AKBP Ferdinand.
Menurutnya, apa yang dilakukannya juga bertepatan dengan HUT Bhayangkara ke-74 yang jatuh pada 1 Juli lalu.
" Saya titip rumah sederhana ini semoga bermanfaat," kata AKBP Ferdinand setelah menyerahkan kunci rumah kepada Kakek Alpa.
Sementara itu, Kakek Alpa tampak masih tak percaya dengan rumah barunya itu. Hanya mengucapkan terima kasih berulang-ulang yang bisa dilakukannya.
" Terima kasih, terima kasih, terima kasih," kata Kakek Alpa sedikit terbata-bata akibat terlalu haru.
Adi Sandra, Ketua RT setempat, mengatakan Kakek Alpa hidup berpindah-pindah bergantung pada empati warga.
" Kakek ini pindah-pindah numpang lahan warga, kalau di sini sudah tiga tahunan. Kalau tanah rumah yang dibangun ini hibah dari keluarga pemilik lahan," kata Adi.
Adi pun ikut bahagia dan sangat terharu karena warganya telah menempati rumah yang lebih layak huni.
Dia bahkan menyinggung bahwa ini mungkin sejarah baru seorang kapolres membantu warga membangun rumah.
" Saya hanya ingin mengucapkan banyak banyak terima kasih kepada Bapak Kapolres telah membantu warga kita dan mungkin sejarah kapolres bantu rumah ya, semoga beliau diberikan kesehatan, rezeki melimpah dan jadi panutan masyarakat," pungkas Adi.
Sumber: WowBabel.com
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya