Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Keluarga Zeng Lijun (Sumber: Www.ministryoftofu.com)
Dream - Kisah yang satu ini dijamin akan membuat Anda merasa iba. Karena tuntutan keadaan, sebuah keluarga di Tiongkok terpaksa tinggal di toilet. Zeng Lijun bersama istri dan anaknya sudah bertahun-tahun lamanya menghuni toilet pria di sebuah hotel yang terletak di Kota Shenyang, Tiongkok.
Dilansir Dream dari Daily Mail, Zeng Lijun (35) sebenarnya adalah sosok pria yang cerdas. Pada tahun 1999 ia bahkan berhasil diterima di Institut Sains dan Teknologi Heilongjiang. Namun sayangnya, karena berasal dari keluarga miskin, pria asal Desa Fumin, Provinsi Jilin, Tiongkok itu batal mencicipi bangku kuliah.
Berbekal harapan dan tekad yang kuat, pada tahun 2006 Zeng Lijun akhirnya merantau dari desanya ke Kota Shenyang. Kala itu ia hanya mengantongi uang 50 yuan atau sekitar 100 ribu rupiah.
Dengan modal seadanya, Zeng Lijun bekerja sehari-hari sebagai tukang reparasi sepatu. Penghasilan Zeng dari pekerjaan itu tak mampu memenuhi kebutuhan hidupnya. Bahkan ia terpaksa menyewa sebuah toilet yang sudah tak digunakan sebagai tempat tinggal lantaran tak punya uang untuk menyewa sebuah rumah.
Hingga pada tahun 2010, Zeng memutuskan untuk menikah dengan seorang wanita bernama Wang Zhixia. Pasca menikah, rupanya keberuntungan nasib belum juga berpihak padanya. Keluarga kecil ini masih hidup dalam belenggu kemiskinan.
Zeng dan istrinya tetap tinggal di toilet seluas 20 meter persegi itu sampai mereka memiliki seorang bayi. Derita sangat mereka rasakan ketika harus berkali-kali menyiram air untuk mengusir bau menyengat di 'rumah' itu. Dan jangan kaget, meski hanya sebuah toilet bekas, hunian tak layak itu disewakan seharga Rp1 juta per bulan.
Terlepas dari itu semua, satu hal yang sangat disyukuri Zeng, ia diizinkan untuk membuka lapak reparasi sepatu di depan hotel tempat ia 'menginap'. Dari usahanya itu, Zeng terus berupaya mengumpulkan uang agar anak istrinya mendapat kehidupan yang lebih layak. Ia pun harus berjuang ekstra keras, terlebih setelah sang bayi terkena penyakit eksim. Zeng harus mengumpulkan uang untuk biaya pengobatan anaknya.
Meski hidup serba kekurangan, Zeng Lijun dan istrinya mengaku merasa bersyukur dan puas dengan apa yang mereka miliki kini. Zeng optimis suatu hari kehidupannya akan menjadi lebih baik.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya