Bisakah Menunda Menopause hingga Usia 60 Tahun? Ini Kata Para Ahli
Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest
3 Tanda Tubuh Cukup Serat Tanpa Harus Menghitung Setiap Gram
Kenapa Orang Tua Selalu Bilang Anak Zaman Sekarang Makin Buruk? Ini Kata Penelitian
Burnout Orang Tua Bisa Memicu Pengasuhan yang Keras, Kenali Tanda-Tandanya Sejak Dini
Tandyo Budi Revita: Petarung dari Pajang di Pucuk TNI AD
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
5 Makanan Olahan yang Bisa Dikonsumsi Setiap Minggu untuk Membantu Menjaga Kolesterol
Keluarga Menangisi Jasad Almarhum (Foto: Metrosiantar.com)
Dream - Manusia bisa berencana, tapi pada akhirnya Tuhan lah yang menentukan. Jika Tuhan berkehendak tak sesuai keinginan, maka manusia hanya bisa berpasrah diri dan menerima.
Kata-kata tersebut tampaknya cocok untuk menggambarkan kisah pilu berikut. Pesta pernikahan sudah disiapkan, undangan sudah disebar, tenda pun sudah didirikan. Namun pesta pernikahan yang diharapkan berlangsung bahagia, justru berakhir duka.
Peristiwa sedih ini terjadi di Desa Sosorgotting, Kecamatan Andam Dewi, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara. Sehari sebelum acara pemberkatan dilangsungkan, sang mempelai pria mendadak meninggal dunia.
Pesta pernikahan itu direncanakan akan digelar pada Rabu 12 Oktober 2016. Sebelum upacara sakral dilakukan, mempelai pria yang bernama Jakkon Purba (48) menyelenggarakan pesta lajang bersama teman-teman sekampungnya pada Selasa malam, 11 Oktober 2016.
Tak dinyana, saat acara berlangsung tiba-tiba Jakkon Purba terjatuh dan meninggal dunia.
© Dream
Keluarga dan seluruh tamu yang hadir pun geger. Tenda pesta yang rencananya digunakan untuk pernikahan akhirnya jadi tenda untuk para pelayat.
Semua orang terpukul atas kejadian itu. Terlebih sang mempelai wanita, Eniati Boru Sitanggang (25). Eniati tak henti-hentinya menangisi kepergian calon suaminya.
© Dream
Menurut adik kandung almarhum, L Purba (29) awalnya pihak keluarga memulai acara pembukaan malam hiburan pra pernikahan untuk kedua mempelai. Almarhum yang tampak sehat pun disandingkan di pelaminan.
Usai acara manortor dan pemanggilan mempelai wanita, tiba-tiba almarhum terjatuh. Dan selang beberapa lama, ia meninggal dunia.
© Dream
Saat Rabu pagi 12 Oktober 2016, para tamu undangan yang datang pun dibuat terkejut. Mereka seharusnya mengucapkan selamat, tapi sesampainya di rumah mempelai mereka justru harus memberi ucapan duka cita.
Ibu almarhum, Bro Pasaribu (78), tampak duduk di sisi jasad Jakkon Purba. Tak bisa membendung airmata. Pelayat pun tak kuasa menahan kesedihan mereka. Terlebih saat melihat Boru Pasaribu menyandarkan kepalanya di dada almarhum.
(Sumber: medansatu.com)
Advertisement

Diagnosis ADHD dan Autisme Meningkat Tajam, Studi Besar Ungkap Perubahan Siapa yang Terdiagnosis

Kuku Tiba-Tiba Memerah? Perubahan Kecil Ini Bisa Jadi Tanda Penyakit Tersembunyi

Orang Tua Baru Rentan Burnout, Riset Menunjukkan Kerja Sama Pasangan Bisa Jadi Penangkalnya

Megalodon Pernah Jadi Raja Lautan, Mengapa Predator Raksasa Ini Akhirnya Punah?

Bisakah Menunda Menopause hingga Usia 60 Tahun? Ini Kata Para Ahli

Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest

3 Tanda Tubuh Cukup Serat Tanpa Harus Menghitung Setiap Gram