Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Man Ahmed, Selama 25 Tahun Tidak Dapat Beranjak Dari Tempat Tidur (Sumber: The Times Of India)
Dream - Sudah 25 tahun Eman Ahmed tidak bisa beranjak dari kamarnya di Kairo, Mesir, karena masalah berat badan yang mencapai 500 kilogram.
Beruntung, Menteri Luar Negeri India, Sushma Swaraj, mengambil tindakan dan memastikan perempuan itu mendapat visa medis di Mumbai, India.
Tetapi, muncul tantangan saat hendak membawa Eman ke kota tersebut. Selain tidak ada penerbangan langsung ke Kairo, penerbangan swasta juga angkat tangan. Sebab, tidak ada maskapai yang bersedia disewa untuk mengangkutnya.
Satu-satunya cara yang memungkinkan yaitu harus mengubah peraturan penerbangan India.
Menurut peraturan Jet Airways, misalnya, layanan ambulans udara hanya mampu membawa pasien dengan berat kurang dari 136 kilogram. " Pasien yang beratnya lebih dari 136 kilogram tidak bisa memanfaatkan layanan ambulans udara kami," bunyi peraturan maskapai asal India itu.
© Dream
Sementara itu, maskapai pelat merah, Air India (AI), tidak memiliki pedoman batas berat penumpang. Dan para ahli terus berusaha mencari pesawat untuk mengangkut Eman.
Ketua dan managing director AI, Ashwani Lohani, mengatakan jika ada permintaan resmi, mereka akan mempertimbangkan itu. " Air India tidak terbang ke Afrika saat ini. Bandara terdekat adalah Frankfurt di Jerman. Tapi kami akan senang untuk mempertimbangkan kelayakan terbang Eman," kata dia via Times of India.
Di laman resminya, AI menyediakan layanan ambulans udara, tetapi tidak menyebutkan pembatasan berat bagi pasien. " Formulir harus diisi dan diserahkan bersama dengan tanda tangan dari pasien, keluarga terdekat, pendamping dan dokter yang memeriksanya. Seorang pendamping dewasa yang berbadan sehat harus menemani pasien selama penerbangan. Layanan ambulans udara adalah layanan berdasarkan pesanan sebelumnya dan tergantung pada ketersediaan ruang," kata situs AI.
© Dream
Dr Muffazal Lakdawala, yang bertugas di Rumah Sakit Saifee, rumah sakit yang akan mengoperasi bariatrik Eman, mengatakan kepada laman Mirror telah mendekati beberapa ambulans udara tetapi permintaan mereka belum mendapat respon positif.
" Sekarang kami sedang mencoba untuk berbicara dengan maskapai penerbangan swasta," kata dia.
Dia mengatakan bahwa keluarga Eman tidak punya uang untuk menyewa pesawat carteran ke Mumbai.
" Kami berusaha mengumpulkan dana melalui sumbangan untuk mengangkutnya. Saya telah menjanjikan operasi gratis kepadanya, yang dijadwalkan akan dilakukan di RS Saifee. Kami akan membebaskan semua biaya termasuk selama tinggal di rumah sakit," kata dia.
© Dream
Eman kemungkinan harus menghabiskan setidaknya tiga bulan di rumah sakit setelah menjalani operasi.
Adapun peralatan medis, Dr Lakdawala mengatakan mereka telah mengatur sebuah meja operasi yang mampu menopang pasien dengan berat badan 450 kg.
Lakdawala pada hari Senin mengunggah tentang kondisi Eman yang setelah menerima 'email emosional' dari gadis tersebut. Kepada Lakdawala, dia mengatakan setiap dokter yang didekati menolak untuk memeriksa. Berkat kicauan Lakdawala, Menteri Swaraj yang dirawat di RS AIIMS di Delhi lantaran penyakit ginjalnya memastikan akan membantu Eman.
" Sekarang tantangan utamanya adalah membawanya ke Mumbai," kata Lakdawala, yang telah memulai kampanye online yang disebut 'Save Eman' untuk mengumpulkan dana untuk mengangkut dan mengoperasi Eman.
© Dream
Obesitas mengekang Eman di tempat tidur sejak dia berusia 11 tahun. Obesitas menyebabkan komplikasi penyakit yang sangat banyak. Dia diketahui mengidap diabetes, asma, hipertensi, penyakit paru, depresi dan banyak lagi. Oleh sebab itu operasinya kemungkinan juga penuh dengan tantangan.
Adik Eman, Chaymaa Abdulati, yang sehari-hari mengurus kebutuhannya.
" Eman harus drop out dari sekolah dasar setelah menderita stroke otak, yang mengharuskannya terus terbaring di tempat tidurnya sementara saya melakukan tugas sehari-hari untuknya seperti mengganti baju, mencuci dan menyuapinya," kata Chaymaa.
Untuk operasi Eman, RS Saifee telah menyiapkan tim dokter yang terdiri dari dokter ahli jantung, ahli bedah jantung, endokrinologi, seorang dokter ahli penyakit dalam, dua ahli bedah bariatrik, dua dokter ahli pasien kritis, dan tiga dokter anestesi.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya