Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Kisah Pilu Perempuan Berbobot Setengah Ton

Reporter : Maulana Kautsar
Senin, 12 Desember 2016 16:02
Kisah Pilu Perempuan Berbobot Setengah Ton
Gadis itu akan menjalani pengobatan di India, namun belum ada maskapai penerbangan yang sanggup mengantarkannya.

Dream - Sudah 25 tahun Eman Ahmed tidak bisa beranjak dari kamarnya di Kairo, Mesir, karena masalah berat badan yang mencapai 500 kilogram.

Beruntung, Menteri Luar Negeri India, Sushma Swaraj, mengambil tindakan dan memastikan perempuan itu mendapat visa medis di Mumbai, India.

Tetapi, muncul tantangan saat hendak membawa Eman ke kota tersebut. Selain tidak ada penerbangan langsung ke Kairo, penerbangan swasta juga angkat tangan. Sebab, tidak ada maskapai yang bersedia disewa untuk mengangkutnya.

Satu-satunya cara yang memungkinkan yaitu harus mengubah peraturan penerbangan India.

Menurut peraturan Jet Airways, misalnya, layanan ambulans udara hanya mampu membawa pasien dengan berat kurang dari 136 kilogram. " Pasien yang beratnya lebih dari 136 kilogram tidak bisa memanfaatkan layanan ambulans udara kami," bunyi peraturan maskapai asal India itu.

 

1 dari 4 halaman

Pesawat Plat Merah Menyanggupi?

Pesawat Plat Merah Menyanggupi? © Dream

Sementara itu, maskapai pelat merah, Air India (AI), tidak memiliki pedoman batas berat penumpang. Dan para ahli terus berusaha mencari pesawat untuk mengangkut Eman.

Ketua dan managing director AI, Ashwani Lohani, mengatakan jika ada permintaan resmi, mereka akan mempertimbangkan itu. " Air India tidak terbang ke Afrika saat ini. Bandara terdekat adalah Frankfurt di Jerman. Tapi kami akan senang untuk mempertimbangkan kelayakan terbang Eman," kata dia via Times of India.

Di laman resminya, AI menyediakan layanan ambulans udara, tetapi tidak menyebutkan pembatasan berat bagi pasien. " Formulir harus diisi dan diserahkan bersama dengan tanda tangan dari pasien, keluarga terdekat, pendamping dan dokter yang memeriksanya. Seorang pendamping dewasa yang berbadan sehat harus menemani pasien selama penerbangan. Layanan ambulans udara adalah layanan berdasarkan pesanan sebelumnya dan tergantung pada ketersediaan ruang," kata situs AI.

 

2 dari 4 halaman

Keluarga Tak Punya Biaya

Keluarga Tak Punya Biaya © Dream

Dr Muffazal Lakdawala, yang bertugas di Rumah Sakit Saifee, rumah sakit yang akan mengoperasi bariatrik Eman, mengatakan kepada laman Mirror telah mendekati beberapa ambulans udara tetapi permintaan mereka belum mendapat respon positif.

" Sekarang kami sedang mencoba untuk berbicara dengan maskapai penerbangan swasta," kata dia.

Dia mengatakan bahwa keluarga Eman tidak punya uang untuk menyewa pesawat carteran ke Mumbai.

" Kami berusaha mengumpulkan dana melalui sumbangan untuk mengangkutnya. Saya telah menjanjikan operasi gratis kepadanya, yang dijadwalkan akan dilakukan di RS Saifee. Kami akan membebaskan semua biaya termasuk selama tinggal di rumah sakit," kata dia.

 

3 dari 4 halaman

3 Bulan di Rumah Sakit

3 Bulan di Rumah Sakit © Dream

Eman kemungkinan harus menghabiskan setidaknya tiga bulan di rumah sakit setelah menjalani operasi.

Adapun peralatan medis, Dr Lakdawala mengatakan mereka telah mengatur sebuah meja operasi yang mampu menopang pasien dengan berat badan 450 kg.

Lakdawala pada hari Senin mengunggah tentang kondisi Eman yang setelah menerima 'email emosional' dari gadis tersebut. Kepada Lakdawala, dia mengatakan setiap dokter yang didekati menolak untuk memeriksa. Berkat kicauan Lakdawala, Menteri Swaraj yang dirawat di RS AIIMS di Delhi lantaran penyakit ginjalnya memastikan akan membantu Eman.

" Sekarang tantangan utamanya adalah membawanya ke Mumbai," kata Lakdawala, yang telah memulai kampanye online yang disebut 'Save Eman' untuk mengumpulkan dana untuk mengangkut dan mengoperasi Eman.

4 dari 4 halaman

Eman Menderita Banyak Penyakit

Eman Menderita Banyak Penyakit © Dream

Obesitas mengekang Eman di tempat tidur sejak dia berusia 11 tahun. Obesitas menyebabkan komplikasi penyakit yang sangat banyak. Dia diketahui mengidap diabetes, asma, hipertensi, penyakit paru, depresi dan banyak lagi. Oleh sebab itu operasinya kemungkinan juga penuh dengan tantangan.

Adik Eman, Chaymaa Abdulati, yang sehari-hari mengurus kebutuhannya.

" Eman harus drop out dari sekolah dasar setelah menderita stroke otak, yang mengharuskannya terus terbaring di tempat tidurnya sementara saya melakukan tugas sehari-hari untuknya seperti mengganti baju, mencuci dan menyuapinya," kata Chaymaa.

Untuk operasi Eman, RS Saifee telah menyiapkan tim dokter yang terdiri dari dokter ahli jantung, ahli bedah jantung, endokrinologi, seorang dokter ahli penyakit dalam, dua ahli bedah bariatrik, dua dokter ahli pasien kritis, dan tiga dokter anestesi.

Beri Komentar