Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Salah seorang pramugari membagikan kisahnya saat dirinya ditugaskan untuk terbang ke Mamuju, Sulawesi Barat, pasca terjadinya gempa berkekuatan 6,2 M. Di sepanjang penerbangan, awak kabin itu merasakan kesedihan mendalam ketika membawa penumpang pergi dari Mamuju menuju Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar, Sulewesi Selatan.
Kisahnya dibagikan oleh akun TikTok @kiyong_. Ia ditugaskan sebagai pramugari untuk mengakut relawan, obat-obatan hingga sembako untuk para korban gempa.
" Hari ini tugas terbang ke Mamuju, untuk mengantar para relawan, obat-obatan dan bantuan sembako untuk para korban," tutur wanita yang akrab disapa Kiyong itu.
Dalam video yang ia unggah, semua bangku penumpang nampak ditutupi pelastik dengan beberapa barang yang diletakkan di kursi. Barang-barang tersebut ditutupi jaring pelindung agar tidak jatuh, diduga merupakan bantuan bagi para korban gempa Mamuju.
Sebelum tinggal landas, Kiyong juga menggambarkan situasi di Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar, tampak hujan.
Para staff tampak antusias membantu agar penerbangan membawa relawan hingga obat-obatan untuk para korban gempa Mamuju bisa terlaksana dengan baik.
" Semangat bapak ground staff yang kerja walaupun diguyur hujan," ungkap Kiyong.
" Sampai di Bandara Mamuju, suasana bandara tidak seperti biasanya. Hari ini bandara ramai dengan pesawat TNI dan helikopter," sambung dia.
Kesedihan dirasakan Kiyong saat dirinya melihat betapa takut dan paniknya warga Mamuju yang ingin pergi ke Makassar.
Jika biasanya, penumpang pesawat selalu rapih, Kiyong melihat para penumpang dari Mamuju yang ingin ke Makassar nampak berpakaian seadanya bahkan dengan kondisi cukup memprihatinkan.
" Dan yang membuat dada ku sesak, biasanya waktu boarding liat penumpang rapi-rapi bawa koper. Hari ini pake seadanya, pake sendal jepit, cuma bawa kantongan untuk barang berharga mereka, masih pake piyama. Ada yang sambil nangis dan sampai ada yang luka-luka ya Allah," cerita Kiyong.
Bahkan, Kiyong mendapati seorang penumpang yang sangat takut hingga trauma denga gempa di Mamuju. Penumpang tersebut minta segera terbang karena ketakutan dengan gempa susulan.
" Ada penumpang yang ngomong, mba cepetan berangkat. Saya takut gempa susulan," kata dia.
Dia pun berharap, masyarakan Mamuju diberikan ketabahan dan semoga segera pulih seperti sedia kala.
Tak lupa, Kiyong mengucapkan terima kasih kepada para anggota TNI yang sigap membantu menolong para korban bencana gempa di Mamuju.
" Semangat selalu bapak TNI," ucapnya.
Berikut video pengalam pramugari terbang ke Mamuju:
@kiyong_ ???????????? #Prayforsulbar #prayformamuju #staysafe #stayhealthy
? Doa Untuk Kamu - Aviwkila
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya