Klinik Aborsi Ilegal di Jakpus Terungkap, Ribuan Pasien Terdaftar

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Sabtu, 15 Februari 2020 09:15
Klinik Aborsi Ilegal di Jakpus Terungkap, Ribuan Pasien Terdaftar
Klinik ini meraup untung hingga miliaran rupiah.

Dream –  Tiga orang diamankan sebagai tersangka kasus aborsi ilegal, di Paseban, Jakarta Pusat. Para tersangka diamankan oleh Subdit Sumber Daya Lingkungan (Sumdaling) Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya.

“ Pertama laki-laki inisial MM, dua lagi perempuan inisial RM dan SI," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes, Yusri Yunus, Jakarta, dikutip dari Merdeka.com, Sabtu 15 Februari 2020.

Yusri mengatakan ada peran berbeda di masing-masing tersangka. RM berperan sebagai bidan, S petugas administrasi, dan MM dokter.

“ Tersangka MM itu dokter asli. Dia lulusan di salah satu universitas di Sumatera Utara, tapi tak punya spesialis , apalagi kandungan,” kata Yusri.

MM pernah bekerja di Riau sebagai PNS. Karena jarang masuk, dia dipecat. Klinik aborsi ilegal tersebut sudah beroperasi sejak 2018 silam.

Dari tahun 2018 sudah ada 1.632 wanita yang mendaftar untuk melakukan aborsi. Mereka yang datang itu kebanyakan karena beralasan hamil di luar nikah, gagal program keluarga berencana (KB) dan tidak boleh hamil di tempat kerja.

" Tercatat, sudah 903 orang melakukan aborsi di klinik ilegal ini. Keuntungan yang didapat sekitar Rp5miliar," kata Yunus. (mut)

1 dari 5 halaman

Terus Diselidiki

Polisi terus mendalami praktik ini. Diduga ada dokter lain yang pernah melakukan kegiatan yang sama.

" Polisi terus menyelidiki kasus ini, karena keterangan tersangka ada dokter lain yang pernah melakukan aborsi di sini," kata Yusri.

Atas perbuatannya, para tersangka dikenakan Pasal 83 Juncto Pasal 64 Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2014 tentang Tenaga Kesehatan dan atau Pasal 75 ayat (1), Pasal 76, Pasal 77, Pasal 78 UU Nomor 29 Tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran dan atau Pasal 194 Jo Pasal 75 ayat (2) UU Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan Juncto Pasal 55, 56 KUHP. Ancaman hukumannya di atas 10 tahun penjara.

2 dari 5 halaman

17 Kali Aborsi karena Hamil di Luar Nikah, Akibatnya Mengerikan

Dream - Wanita mana yang tidak ingin menjadi ibu bagi anak-anak yang dikandungnya.Tapi, memang pada kenyataannya, ada sebagian wanita yang tidak mau mengandung.

Alasan mereka pun bermacam-macam. Mulai dari ekonomi, kesehatan, hingga sosial.Namun apa yang dilakukan wanita dari China ini sungguh keterlaluan.

 © Dream

 

Karena sering melakukan aborsi karena hamil di luar nikah, wanita bernama Ju itu didiagnosis tak akan bisa hamil lagi.

Kondisi itu terjadi setelah dia melakukan aborsi sebanyak 17 kali hasil berhubungan intim di luar nikah. Perbuatan keji tersebut sudah dilakukan Ju dalam enam tahun terakhir ini.

3 dari 5 halaman

Akibat Mengerikan Sering Aborsi

Dokter mendiagnosis Ju tidak akan bisa hamil lagi setelah dia melakukan aborsi yang ke-17 kali dalam 6 tahun terakhir.

Menurut dokter, proses aborsi berulang kali dalam jangka pendek menyebabkan rahimnya rusak parah.

Selain itu, rahimnya juga menjadi lebih tipis dan kasar seperti selembar kertas.

Ju dilaporkan menjalin hubungan dengan kekasihnya selama 6 tahun dan sering berhubungan intim tanpa pakai pelindung.

4 dari 5 halaman

Alasan Tak Mau Punya Anak

Kepada dokter, Ju mengungkapkan alasan dia melakukan aborsi hingga 17 kali. Selain masalah ekonomi yang masih belum siap, Ju juga belum mau punya anak.

Ju juga memikirkan sistem kependudukan China yang tidak memberikan tunjangan dan KTP bagi bayi yang lahir di luar nikah.

Dokter yang memeriksanya sebelum ini telah memperingatkan Ju untuk mempertahankan bayi yang ada di dalam kandungannya.

Karena, jika tetap menjalankan aborsi, Ju akan menghadapi risiko tidak bisa hamil lagi selamanya.

Namun rupanya Ju tetap bersikeras untuk melakukan aborsi meski kehamilannya itu akan menjadi yang terakhir baginya.

Sumber: Siakapkeli.my

5 dari 5 halaman

Astagfirullah, TKW Ilegal Aborsi di dalam Pesawat

Dream - Tenaga Kerja Wanita (TKW) ilegal, berinisial H, 37 tahun, diduga telah mengaborsi bayinya di dalam pesawat Ettihat Airways. Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Lalu Muhammad Iqbal mengatakan, nama H tidak terdaftar di basis data Kemenlu dan Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNPT2TKI).

" TKW ini tidak berdokumen. Dia berangkat secara non-prosedural," ujar Iqbal di Jakarta, Senin, 8 Januari 2018, Anadolu Agency melaporkan.

Iqbal mengatakan, Kemenlu siap membantu persoalan yang membelit TKW tersebut. Tetapi, pemerintah menghadapi kendala karena kejadian berlangsung di maskapai negara lain yakni Uni Emirat Arab (UEA).

“ Artinya ini terjadi di locus UEA. Tapi sekarang proses investigasi sedang dilakukan oleh Polres Bandara Soekarno-Hatta,” kata Iqbal.

 

 © Dream

 

Sebelumnya, H diduga melakukan aborsi dan membuang bayinya pada Sabtu, 6 Januari 2018 di tong sampah toilet pesawat Etihad Airways EY 47 rute Abu Dhabi-Jakarta.

Saat pesawat transit di Bangkok, Thailand, H mengeluh sakit perut dan mengalami pendarahan. Dia tidak melanjutkan perjalanan ke Jakarta dan menjalani pengobatan di Bangkok.

H lalu mendarat di Bandara Soekarno Hatta pada Minggu, 7 Januari 2018 setelah diterbangkan dari Bangkok.

(Sah)

 

[crosslink_1]

Beri Komentar
Roger Danuarta Ogah Lihat Cut Meyriska Tampil Modis