Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Petugas Kesehatan Membantu Persalinan Di Kapal Ambulans (Facebook/Jabatan Kesihatan Negeri Perak)
Dream - Melahirkan adalah saat-saat genting bagi seorang ibu. Tentunya semua ingin proses persalinan bisa berlangsung nyaman di rumah sakit atau klinik.
Beda keadaannya jika sudah tidak ada waktu alias mendesak. Mau tidak mau, proses persalinan harus terjadi dalam kondisi apapun.
Hal inilah yang dialami seorang ibu asal Perak, Malaysia. Dia terpaksa melahirkan di atas kapal ambulans saat dalam perjalanan menuju rumah sakit terdekat pada Sabtu pekan lalu.
Kepala Perawat Pos Klinik Kemar, Nur Shaffriza Mohd Shaffril, 34 tahun, mengatakan kondisi kehamilan ibu bernama Zantina Zabree, 34 tahun, itu sudah darurat.
Ketika dalam perjalanan saja, kepala bayinya sudah terlihat.
" Wanita itu memberitahu mau melahirkan, saat diperiksa kepala bayi sudah terlihat," ujar Nur Shaffriza, yang membantu persalinan Zantina.
Zantina melahirkan bayi kembar. Masing-masing memiliki bobot 2,4 dan 1,3 kilogram.
Nur Shaffriza mengaku meski sudah biasa membantu persalinan, proses kelahiran bagi kembar ini berbeda. Sebab, dilakukan di atas kapal cepat yang sedang bergerak.
Menurut dia, kelancaran proses persalinan terjadi berkat kecakapan dan kerja sama antara perawat dan pendamping pasien. Meski dalam kecemasan, dia bersyukur dua bayi itu bisa selamat.
" Alhamdulillah, kami bisa tangani sampai persalinan selesai," kata dia.
Nur Shaffriza juga mengungkapkan proses persalinan ini menjadi kasus yang menarik bagi dia. Sebab, dia bisa menyaksikan bayi lahir masih dalam balutan kantung ketuban.
" Kami harus pecahkan kantung itu untuk mengeluarkan si bayi. Bagi saya, pengalaman ini sangat bermakna karena jarang terjadi," ucap dia, dikutip dari Sinar Harian.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam