Inggris Resmi Cabut Kewajiban Pakai Masker, Klaim Omicron Mereda

Reporter : Ahmad Baiquni
Kamis, 20 Januari 2022 19:00
Inggris Resmi Cabut Kewajiban Pakai Masker, Klaim Omicron Mereda
PM Inggris, Boris Johnson, juga menyatakan WFH akan dihapus.

Dream - Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson, resmi mengumumkan pencabutan mandat penggunaan masker di tempat umum. Juga mencabut keharusan bekerja dari rumah (Work From Home/WFH).

Keputusan ini berlaku mulai pekan depan. Boris mengklaim keputusan tersebut diambil sejalan dengan saran para ahli kesehatan yang menyatakan lonjakan varian Omicron di Inggris sudah melewati puncak dan terus mereda.

Tetapi, aturan isolasi mandiri bagi warga yang terpapar belum dicabut. Boris berharap aturan ini tidak diperbarui hingga masa berlakunya habis pada 24 Maret nanti, bahkan bisa lebih cepat.

" Berkat program booster yang luar biasa, dan dengan cara masyarakat menanggapi langkah-langkah Rencana B, kami bisa kembali ke Rencana A di Inggris dan memungkinkan regulasi Rencana B berakhir sebagai hasilnya mulai Kamis depan," ujar Boris.

Boris juga menyatakan kewajiban menunjukkan sertifikat Covid-19 bagi orang yang pernah terpapar juga akan berakhir. Tetapi, para pelaku usaha dibolehkan menerapkan penggunaan kartu vaksin Covid-19 untuk beraktivitas.

 

1 dari 2 halaman

Tak Lagi Pakai Masker di Sekolah

Selain itu, kewajiban masker di sekolah turut dihapus. Hal ini justru menimbulkan kekhawatiran pada serikat pengajar dan kesehatan.

" Mulai besok kami tidak lagi memerlukan masker wajah di ruang kelas dan Departemen Pendidikan akan segera menghapus pedoman nasional tentang penggunaannya di area komunal," kata Boris.

Boris kembali menyatakan data Covid menunjukkan berulang kali Pemerintah Inggris mengambil keputusan terberat. Memberlakukan kembali rencana B yang berisi sejumlah pengetatan demi menekan lonjakan adalah keputusan tepat.

" Bahwa aturan rencana B yang diberlakukan pada bulan Desember dapat dicabut mulai Kamis depan, sehari setelah titik tinjauan yang sudah ada sebelumnya.

 

 

2 dari 2 halaman

Bakal Didukung, Selama Pakai Data

Ketua Partai Buruh Inggris, Keir Starmer memberikan tanggapan dengan menyatakan akan mendukung kebijakan Boris, yang juga dari Partai Buruh, selama disertai bukti. Dia menegaskan Boris harus bisa menyakinkan kebijakannya bertujuan melindungi masyarakat, bukan semata karena tuntutan jabatan.

Starmer menyatakan Partai Buruh tentu menginginkan tidak lagi ada pembatasan. Khususnya di kawasan industri.

" Saya dukung relaksasi selama sains menyatakan ini aman," kata Starmer, dikutip dari The Guardian.

Beri Komentar