Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
La-mort-aux-Juifs (www.washingtonpost.com)
Dream - Sebuah kota kecil di Prancis memiliki nama unik: La-mort-aux-Juifs. Jika diartikan dalam Bahasa Inggris, nama kota yang terletak 60 mile sebelar selatan Kota Paris itu berarti `Death to Jews` atau dalam Bahasa Indonesia berarti `Matilah Yahudi`.
Nama itu membuat orang-orang Yahudi resah. Sehingga, organisasi orang-orang Yahudi, Simon Wiesenthal Centre, mengajukan petisi kepada pemerintah Paris agar nama kota itu bisa diubah.
" Nama itu tanpa diketahui selama tujuh puluh tahun sejak pembebasan Perancis dari Nazi," demikian tulis Shimon Samuels, Direktur Hubungan Internasional Simon Wiesenthal Centre, dalam suratnya kepada Menteri Dalam Negeri Prancis, sebagaimana dikutip Dream dari TIME, Senin 21 Oktober 2014.
Namun Wakil Walikota Cortemaux, Marie-Elizabeth Secretand, menyatakan menolak untuk mengganti nama kota. Dia meminta semua pihak menghormati tradisi di wilayah itu, termasuk menghormati nama yang sudah sejak lama disematkan itu.
" Ini konyol. Nama ini dari dulu sudah ada," kata Secretand. " Tak seorang pun menentang Yahudi. Buat apa mengganti nama ke zaman abad pertengahan atau yang lebih tua dari itu? Kita harus hormati nama ini," tambah dia.
Secretand mengatakan, petisi seperti ini bukan kali ini saja diajukan. Dua puluh tahun silam, juga ada upaya meminta penggantian nama wilayah yang hanya memiliki dua rumah dan sebuah peternakan itu sudah diajukan. Namun ditolak.
Meski demikian, Samuel yang menjadi wakil kelompok Yahudi tetap meminta kota ini berganti nama, karena semakin meningkatnya sentimen anti-Semit di Eropa.
Nama yang 'mendeskreditkan` Yahudi tak hanya ada di Prancis. Pada Mei lalu, sebuah kota di Spanyol berganti nama dari Castrillo Matajudios (Bukit Kecil Pembunuh Yahudi) menjadi Mota de Judios (Bukit Yahudi). (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya