Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Fakta mengenai jatuhnya pesawat Lion Air JT610 perlahan-lahan terkuak. Dalam laporan terbaru yang terdapat di kotak hitam, terungkap betapa keras usaha dua pilot untuk tetap mengudara.
Laman Business Insider, yang mengutip The New York Times menyebut terjadi kesalahan sistem otomatis. Sistem Boeing generasi terbaru, yang mencegah hidung pesawat terlalu tinggi dan stall, itu diduga memaksa hidung pesawat Lion Air turun karena kesalahan sensor mengirim data ke badan pesawat.
Menurut informasi yang dikumpulkan dari kotak hitam, JT610 berulang kali didorong ke posisi turun. Kondisi itu diduga disebabkan oleh sensor sistem yang tidak berfungsi otomatis. Kesalahan itu mulai terjadi beberapa saat setelah lepas landas.
Saat sayap-sayap ditarik pada ketinggian 3.000 kaki, kedua pilot berjuang hidup dan mati menghadapi sistem anti-stall otomatis baru yang dilaporkan tidak disebut dalam manual kokpit dari Boeing 737 Max 8.
Pembacaan pada data recorder itu juga membantah pesawat telah meledak di udara. Kolom kendali pesawat mulai bergetar saat terbang, mengarah ke stall atau kehilangan daya dorong.
Selama 13 menit berikutnya, pilot dan sistem beradu kendali. Lebih dari 24 kali pilot berusaha merebut kendali, sebelum akhirnya jatuh dengan kecepatan 724 kilometer per jam.
" Para pilot terus bertempur sampai akhir penerbangan," kata Kepala Subkomite Kecelakaan Udara dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), Kapten Nurcahyo Utomo.
Nurcahyo mengatakan, pada kasus Lion Air Flight JT610 sistem pencegahan-stall telah diaktifkan dan merupakan fokus utama penyelidikan.
“ Jika pilot Lion Air 610 benar-benar menghadapi keadaan darurat dengan sistem anti-stall semacam ini, mereka harus mengambil serangkaian langkah cepat yang rumit untuk memahami apa yang terjadi dan membuat pesawat terbang normal kembali. Langkah-langkah ini tidak ada dalam manual, dan pilot tidak dilatih di dalamnya," kata dia.
Sudah banyak kecurigaan para peneliti adalah sistem augmentasi karakteristik manuver, atau MCAS, sistem anti-stall Boeing yang baru
MCAS dimaksudkan untuk menghentikan pilot ketika mendorong hidung pesawat terlalu tinggi. Sebab, cara itu dapat memengaruhi kecepatan dan menyebabkan stall.
Dari penjelasan itu muncul pertanyaan yang masih menjadi misteri: mengapa pilot tidak mematikan sistem kontrol itu, yang hari sebelumnya telah dilakukan pilot ketika mereka mengalami masalah yang sama?
Menurut Allied Pilots Association, banyak penerbang, pekerja, dan organisasi pelatihan penerbangan tidak menemukan satu pun dokumentasi termasuk manual pilot untuk Boeing 737 Max 8.
Boeing menolak keras menahan informasi tentang sistem setelah kecelakaan itu. Tapi, Boeing telah dikritik karena kurangnya pelatihan dan persiapan pada pilot.
Sebelumnya, Boeing dan Federal Aviation Administration (FAA) mengeluarkan petunjuk yang memberitahukan awak pesawat tentang sistem ini. Disebut, sistem anti-stall ini dirancang untuk memberikan perlindungan ekstra terhadap pilot yang kehilangan kontrol.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya