Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Ada sejumlah fakta dan petunjuk bahwa Andi Wahyudi merencanakan pembunuhan sekretaris bos provider XL Axiata, Hayriantira alias Rian.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Krishna Murti, memaparkan fakta dan petunjuk tersebut. Apa saja?
Fakta pertama, Andi memilih memakai mobil milik Hayriantira dengan pelat nomor palsu yang dibuat sendiri saat pergi ke garut.
Kemudian, kata Krishna, Andi menghilangkan jejak dengan cara cerdik. Membunuh Hayriantira dengan cara membekap mulut sampai korban kehabisan nafas, lalu melucuti seluruh pakaian korban, kemudian memasukkan korban ke bak air panas.
Dengan begitu kulit korban sebagian besar mengelupas. Jari-jari tangannya itu tidak terbaca alur sidik jarinya karena sudah mengelupas dan membengkak.
Hampir seluruh hotel di kawasan Garut, Jawa Barat, memang memilik air panas alami dan tak bisa dihentikan. Diduga Andi memang memilih hotel di sana untuk mudah menghilangkan jejak.
Andi memilih membuang ponsel dan seluruh baju korban, termasuk baju yang dikenakan korban. Dia membuangnya di halte di Terminal Guntur di Garut. Tapi Andi memilih mengambill KTP Rian.
Dalam rekaman CCTV hotel, pelaku terlihat celingukan saat awal datang ke hotel bersama korban. Diduga ia mencari lokasi keberadaan kamera CCTV.
Andi juga memilih memberikan nama palsu di buku tamu hotel. Hotel tempat mereka menginap memang tak pernah meminta KTP setiap penyewa kamar. Di buku tamu, Andi menulis namanya sebagai Gery. Ia juga mengosongkan kolom alamat.
Temuan lainnya, Andi mengajak Rian untuk membeli jaket kulit ke Sukaregang, Garut, Jawa Barat. Dan ternyata Rian menyiapkan waktu lama bersama Andi.
Sebab, Rian mengajukan cuti di kantornya. Lalu Dia membawa setumpuk baju. Dan menitipkan anaknya ke mantan suaminya.
Sedangkan Andi berlaku sebaliknya. Ia tak membawa baju ganti dan tak bilang ke istrinya hendak pergi ke luar kota.
Padahal, Andi mengaku hubungannya dengan Rian diketahui istrinya, sebatas mitra bisnis. Ia pun selalu bilang ke istri apabila hendak pergi bersama Rian.
Tapi khusus saat hari pembunuhan, ia tak memberitahu ke sang istri pergi bersama Rian. Kuat dugaan Andi memang tak berniat lama-lama bersama Rian.
Andi juga menguasai mobil korban yang dibeli secara lunas hanya 3 bulan sebelum Rian dibunuh. Dia men-scanning tanda tangan di KTP Rian, lalu membuatnya jadi tanda tangan di surat kuasa.
Kemudian dipakai untuk mengambil BPKB mobil milik Rian yang masih ada di showroom. Dia membawa KTP asli Rian saat mengambil BPKB dengan surat kuasa.
Kini Polda Metro Jaya berkoordinasi dengan Polres Garut untuk mengkonstruksikan pasal apa yang dapat menjerat Andy.
" Saat ini kita belum bisa menentukan pasal apa yang dapat menjerat tersangka. Ada tiga pasal, yaitu pasal 338 tentang pembunuhan, 340 tentang pembunuhan berencana, dan pasal 365 tentang pencurian dengan kekerasan," kata Krishna. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya