Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Museum Islam Nusantara KH Hasyim Asy'ari (setkab.go.id)
Dream - Presiden Joko Widodo memulai kunjungan kerja ke Jawa Timur dengan mendatangi sejumlah pondok pesantren di Jombang. Salah satunya adalah Pesantren Tebu Ireng.
Pesantren Tebu Ireng merupakan pesantren yang pernah dibina oleh pendiri Nahdlatul Ulama, Hadratus Syeikh KH Hasyim Asy'ari. Di pesantren ini, Jokowi meresmikan Museum Islam Indonesia.
" Presiden Jokowi ke Jombang untuk melakukan beberapa kegiatan, termasuk meresmikan Museum Islam Indonesia KH Hasyim Asy'ari," ujar Pengasuh Pondok Pesantren Tebu Ireng, KH Shalahudin Wahid, dikutip dari Liputan6.com.
Pria yang akrab dengan sapaan Gus Shalah ini mengatakan gagasan membangun museum sudah ada sejak pemerintah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Tetapi, museum tersebut baru diresmikan di era Jokowi.
Adik dari Presiden Abdurrahman Wahid ini mengatakan Museum Islam Indonesia berisi benda-benda bersejarah terkait perkembangan Islam di Nusantara. Juga ada buku serta kitab pemikiran pada ulama.
" Museum itu diharapkan bisa menjadi bahan rujukan dan referensi tentang Islam di Indonesia," ujar Gus Shalah.
Pembangunan Museum Islam Indonesia di Jombang merupakan wujud penghormatan pemerintah terhadap jasa para ulama yang telah terlibat dalam perjuangan mendirikan Negara Indonesia.
Jombang merupakan kota lahirnya para ulama yang turut memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Mereka berasal dari sejumlah pesantren, terutama Tebu Ireng.
Sedangkan di komplek pesantren ini terdapat makam dari tiga tokoh nasional. Mereka adalah KH Hasyim Asy'ari, KH Wahid Hasyim, dan KH Abdurrahman Wahid.
(Sah, Sumber: Liputan6.com)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya