Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
China Larang Muslim Uighur Berpuasa
Dream - Kebijakan larangan berpuasa yang diterapkan pemerintah China untuk kaum muslim Uighur di Xinjiang menuai protes di penjuru dunia. Seruan untuk memboikot produk China sebagai bentuk protes pun menyeruak.
" Ini merupakan ketidakadilan tingkat paling tinggi. Masyarakat seharusnya diizinkan untuk menjalankan agamanya," tutur Mohammad Badahdah, Sekretaris Jenderal Majelis Umum Pemuda Muslim Dunia, sebagaimana dikutip dari On Islam, Senin Juli 2014.
Menurut Badahdah, larangan yang diterapkan oleh pemerintah China itu menunjukkan sikap anti-Islam yang selama ini telah banyak disorot oleh dunia. " Jika ini dibiarkan, mereka akan melarang muslim untuk pergi haji dan umrah," tambah dia.
Badahdah menambahkan, larangan itu tidak hanya terjadi kali ini saja. Tahun-tahun sebelumnya, China juga melarang muslim Uighur untuk berpuasa. Parahnya, PBB dan Dewan Keamanan gagal total dlam upaya memberi jaminan kepada kaum muslim yang malang ini.
" China merupakan negara tertutup dan kami mulai tahu kebijakan yang menindas kaum muslim melalui media sosial," tutur Badadah. Dia meminta seluruh umat muslim bersatu untuk menentang kebijakan China ini.
Badadah juga menyerukan Saudi Arabia dan negara-negara anggota Organisasi Konferensi Islam (OKI) untuk memboikot prosuk-produk China. " Kita merupakan kekuatan besar dengan populasi 1,5 miliar dan seharusnya mengalahkan mekanisme musuh yang memecah belah kita."
Sementara, salah satu sumber OKI yang dikutip oleh Arab News menyebut organisasi ini telah menghubungi China untuk meminta penjelasan tentang kebijakan kontroversial ini. " Kami menunggu balasan China," tutur sumber itu.
Sebelumnya, China mengeluarkan melarang muslim di Uighur di Xinjiang untuk berpuasa, terutama para mahasiswa dan pegawai negeri sipil. Aparat China bahkan menggeledah rumah dan memaksa masyarakat Uigur untuk makan. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya