Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Mantan Perdana Menteri Singapura, Lee Kuan Yew (therealsingapora.com)
Dream - Kabar duka menyelimuti Singapura. Pendiri sekaligus perdana menteri pertama Singapura, Lee Kuan Yew menghembuskan napas terakhirnya Senin, 23 Maret 2015, dini hari. Lee wafat dalam usia 91 tahun.
Lee merupakan orang yang paling berjasa mengubah sebuah pulau kecil menjadi negara terkaya di Asia sekaligus paling bersih dari aksi korupsi.
"Perdana Menteri dengan kesedihan mendalam mengumumkan wafatnya Lee Kuan Yew, pendiri dan perdana menteri Singapura," ujar situs resmi pemerintah Singapura seperti dikutip dari laman nytimes, Senin, 23 Maret 2015.
Lee Kuan Yew dilaporkan meninggal dunia di Rumah Sakit Singapore General Hospital pada pukul 3.18 waktu setempat.
Usai menerima penuh kekuasaan dari Inggris pada 1959, Lee Kuan Yew merupakan PM pertama Singapura. Dia berkuasa sampai tahun 1990 setelah mengundurkan diri dari jabatannya.
Meski lengser, sosok Lee Kuan Yew seolah masih tetap hidup. Bahkan Lee telah mendorong berdirinya sebuah Dunia Baru di kawasan negara ketiga.
Ciri khas Singapura seolah menggambarkan sosok Lee yang efisien, anti sentimen, anti korupsi, memandang ke depan, dan pragmatis.
"Kami bebas dari ideologi," ujar Lee dalam sebuah wawancara dengan New York Times pada 2007.
"Apakah itu bekerja? jika iya, kita coba. Jika memang baik, lanjutkan. Jika tak bekerja, ganti dengan yang baru," ujarnya.
Meski sukses besar, kepemimpinan Lee Kuan Yew bukannya tanpa cela. Sejumlah kritik dialamatkan kepadanya mulai dari kekangan ada kebebasan berpendapat.
Dibalik itu, Singapura harus diakui mampu menjelman menjadi pusat bisnis dan keuangan dunia. Negara ini bahkan dikagumi akan efisiensi dan rendahnya angka korupsi.
Pada pemilihan tahun 2011, era Lee Kuan Yew resmi berakhir setelah rakyat melawan partai People Action Party. Lee dengan legowo mundur dari jabatannya.
Advertisement

Benarkah Kecerdasan Manusia Menurun? Studi Ungkap Tren Mengkhawatirkan Sejak 2012

Mengapa Anak Suka Makan Upil? Sains Punya Penjelasan di Balik Kebiasaan Ini

Kurang Tidur Bisa Ganggu Gula Darah dan Kesehatan Jantung, Olahraga 10–15 Menit Ini Bisa Membantu

Sering Buang Angin Tanpa Sebab Jelas? Kebiasaan Mengunyah Permen Karet Bisa Jadi Pemicunya


Sering Minum Boba? Ini 5 Dampaknya bagi Tubuh, dari Gula Darah hingga Asupan Antioksidan

IHSG Dibuka Menguat Tipis, Investor Waspadai Aksi Profit Taking