Legalkan Poligami, Aceh Godok Rancangan Qanun Hukum Keluarga

Reporter : Sugiono
Minggu, 7 Juli 2019 08:35
Legalkan Poligami, Aceh Godok Rancangan Qanun Hukum Keluarga
Melegalkan poligami bukan tanpa alasan yang jelas.

Dream - Aceh sebentar lagi akan menjadi provinsi pertama yang melegalkan poligami. Saat ini, Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) tengah mematangkan rancangan qanun atau perda syariah mengenai keluarga yang memberikan ruang untuk praktik poligami.

Rancangan qanun itu nantinya beberapa pasal yang mengatur tentang perkawinan, perceraian, perwalian hingga poligami.

Dikutip dari AJNN.net, Sabtu 6 Juli 2019, rancangan qanun tersebut sebenarnya sudah dibahas sejak akhir tahun 2018 lalu. Kini, rancangan qanun itu akan dibawa ke sidang rapat dengar pendapat umum (RDPU) pada awal Agustus 2019 mendatang.

Wakil Ketua Komisi VII DPRA, Musannif, menuturkan pelegalan poligami bukan muncul tanpa alasan. Wacana itu digodok mengingat nikah siri marak di Aceh saat ini, sementara hukum Islam membolehkan seorang suami memiliki lebih dari satu istri.

" Karena maraknya nikah siri, tapi pertanggungjawaban kepada Tuhan dan anak yang dihasilkan dari kawin siri ini lemah," kata Musannif.

Salah satu di antara pasal rancangan qanun di antaranya adalah syarat-syarat bagi pria yang akan menjalankan poligami. Terdapat pula pasal yang mengatur ketentuan pelaku poligami harus mendapat izin dari istri pertamanya.

Mengenai jumlah wanita yang boleh dinikasi, Musannif hanya menyebut semua itu mengikuti aturan hukum Islam. Sehingga, wanita yang boleh dinikahi maksimal hanya empat orang.

" Dalam rancangan qanun ini nantinya kita batasi sampai empat orang, tapi kalau mau yang kelima ya harus diceraikan salah satunya," ungkap politikus PPP itu.

Musannif menyadari bahwa wacana tentang perkawinan poligami ini akan mengundang pro dan kontra di masyarakat.

Untuk itu, pihaknya telah mengundang berbagai lembaga yang fokus terhadap kesetaraan gender guna mengikuti RDPU.

Selain mengatur perkawinan poligami, raqan hukum keluarga juga membahas tentang kursus pra nikah, syarat administratif bebas narkoba bagi mau yang menikah hingga soal mahar kawin.

" Jadi ini bukan poligami saja, ada 200 pasal semuanya dalam raqan itu," pungkas Musannif.

1 dari 5 halaman

Suami Poligami Hanya Boleh Catatkan Satu Istri di KK, Lainnya?

Dream - Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri, Zudan Arif Fakrullah, mengatakan, pemerintah sedang menyiapkan sistem single identity. Sistem ini berdasarkan pada pencatatan Nomor Induk Kependudukan (NIK).

Zudan mencontohkan, sistem ini nantinya akan memangkas pencatatan pada seorang pria yang berpoligami. Dahulu, kata Zudan, suami dengan tiga istri dapat memiliki tiga Kartu Keluarga (KK) dan Kartu Tanda Penduduk (KTP).

" Ini mengacaukan sistem bernegara kita. Kemudian sistem ini kita rapikan, satu NIK, yang tadi kita sisakan satu," ucap Zudan, di kantor Baznas, Jakarta, Rabu 8 Mei 2019.

Melalui sistem baru ini, si pria diminta untuk memilih alamat mana --salah satu istri-- yang akan dia masukkan ke dalam pencatatan KTP dan KK. Istri yang lain, tetap akan tercatat di KK dan KTP meski tanpa ada nama sang suami.

Sebagai penanda, nama suami akan dicantumkan di sudut kanan bawah kartu keluarga tersebut.

" Hanya terdata di satu Kartu Keluarga saja. Kepala keluarga tidak harus laki-laki, boleh ibu, kepala keluarga tunggal juga boleh," ucap dia.

" Jadi nanti kalau ada KK ibu status kawin tidak ada nama suaminya jangan ditelusuri lebih dalam," kata dia.

Dengan single identity itu, tambah Zudan, masyarakat tak bisa lagi punya KTP lebih dari satu. Satu KTP akan diblokir dengan sendirinya.

" Single identity yang masih digunakan nanti akan terlihat dari database, jika punya KTP dua, ketika punya KTP el (elektronik) data lama terblokir. Ini perlu agar penduduk tidak punya lagi data banyak," ujar Zudan

2 dari 5 halaman

Imam Besar Al Azhar: Poligami Bentuk Ketidakadilan Bagi Wanita

Dream - Imam Besar Al Azhar Mesir, Syeikh Ahmed Al Tayeb, menyinggung praktik poligami yang dianut sebagian Muslim. Dalam pandangannya, poligami merupakan bentuk ketidakadilan bagi wanita dan bahkan bertentangan dengan Alquran.

" Mereka yang mengatakan pernikahan harus poligami sepenuhnya salah. Kita harus membaca ayat Alquran secara penuh," ujar Syeikh Ahmed, dikutip dari Telegraph.co.uk.

Syeikh Ahmed menyampaikan hal itu dalam dialog Jumatnya yang disiarkan televisi setempat. Menurut dia, pernikahan monogami adalah aturan yang sebenarnya, sementara poligami adalah pengecualian dengan pembatasan.

Tetapi, dia tidak menyerukan larangan pada praktik poligami. Syeikh Ahmed menyebut faktor utama dalam poligami adalah keadilan.

" Jika tidak ada keadilan, maka dilarang memiliki istri lebih dari satu," kata dia.

Selanjutnya, Syeikh Ahmed menyatakan praktik poligami muncul akibat kurangnya pemahaman terhadap Alquran dan Sunah Rasulullah Muhammad SAW. Poligami, dalam pandangannya, sering tidak adil tidak hanya bagi wanita namun juga anak-anak.

Imam Besar itu menyerukan adanya perbaikan cara pandang masyarakat terhadap kaum wanita. Menurut dia, kaum wanita merepresentasikan setengah dari jumlah total masyarakat.

" Jika kita tidak peduli pada mereka, ini seperti berjalan dengan satu kaki," kata Syeikh Ahmed.

3 dari 5 halaman

Jomblo Marak, Sekelompok Perempuan Tunisia Minta Poligami

Dream - Di saat kaum wanita di belahan dunia lain tidak mau dimadu, para perempuan di Tunisia ini menginginkan yang sebaliknya.

Mereka ingin agar larangan melakukan poligami yang selama ini menjadi bagian dari undang-undang perkawinan di Tunisia segera dicabut.

Melalui media sosial, Forum of Freedom and Citizenship (FFC) mengajak kaum perempuan Tunisia untuk melakukan protes besar-besaran terkait larangan poligami itu.

Tidak hanya memprotes, mereka juga meminta dilakukan amandemen terhadap undang-undang larangan untuk berpoligami itu.

" Demonstrasi kami ini dilakukan secara spontan dan merupakan langkah hukum untuk mengatasi maraknya perawan tua di negara ini," ujar Fathi Al-Zghal, ketua FFC.

Menurut laporan Middle East Monitor (MEMO), demo besar-besaran memprotes undang-undang larangan berpoligami itu akan dilakukan di depan gedung parlemen Tunisia.

Namun, ajakan demo yang dilontarkan FFC itu mendapat tanggapan dingin dari aktivis gerakan wanita di Tunisia.

Radhia Djerbi, kepala National Union of Tunisian Women, kepada Al-Khaleej Online menuding demonstrasi pro-poligami adalah 'suatu bentuk kegilaan, sebuah fenomena penyakit', yang 'menunjukkan kurangnya kesadaran dari mereka yang menuntutnya'.

Djerbi menambahkan protes yang dilakukan FFC tidak akan mengubah gaya hidup masyarakat Tunisia atau cita-cita wanita Tunisia.

Menurut Djerbi, undang-undang terkait poligami sudah disahkan oleh Badan Konstitusi Tunisia dan tidak bisa diamendemen hanya melalui protes.

Sementara itu, sejumlah aktivis menengarai bahwa seruan untuk poligami itu hanyalah aksi politik.

Menurut mereka, aksi itu bertujuan untuk merusak citra Ennahda Movement, sebuah partai Islam demokratik yang akan mengikuti pemilihan umum mendatang.

4 dari 5 halaman

MUI Imbau Polemik Poligami Tak Dipolitisasi

Dream - Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengimbau agar perdebatan soal poligami tak menjadi isu yang diusung untuk kepentingan politik. Poligami merupakan bagian dari syariah Islam yang pelaksanannya tetap harus memenuhi syarat yang cukup berat. 

Sebelumnya, isu poligami menjadi polemik dan perbincangan lantaran penolakan Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Pernyataan itu didukung Komnas Perempuan yang menilai poligami bukan merupakan bagian dari ajaran Islam.

Imbauan MUI tersebut disampaikan Wakil Ketua Umum MUI, Zainut Tauhid Sa'adi yang meminta semua partai politik dalam berkampanye hendaknya tidak melakukan fitnah atau berbau SARA.

" Isu poligami misalnya, meskipun hal itu merupakan fenomena sosial, tetapi tidak bisa dipungkiri bahwa masalah tersebut bersentuhan dengan keyakinan dan syariat agama Islam," ujar Zainut dalam keterangan tertulis yang diterima Dream, Selasa 18 Desember 2018.

Zainut khawatir mengeksploitasi isu poligami akan menimbulkan ketersinggungan dan perasaan umat Islam. Sebab, secara ajaran, poligami dibolehkan.

" Ketika hal itu dieksploitasi untuk kepentingan politik, maka dipastikan menimbulkan ketersinggungan dan melukai perasaan umat Islam karena meyakini dan mengimani, bahwa poligami itu adalah salah satu syariat yang terdapat di dalam ajaran Islam," ucap dia.

Zainut menjelaskan, berkampanye menggunakan unsur SARA, ujaran kebencian atau fitnah dapat merusak perbedaan dan peradaban serta akan menghancurkan sendi-sendi kebhinnekaan dan kerukunan bangsa.

" Kepada KPU dan BAWASLU diminta untuk bertindak tegas kepada para peserta Pemilu yang melakukan politik SARA sehingga Pemilu berjalan dengan damai, bersih dan dan aman," kata dia.

5 dari 5 halaman

Berencana Menikah, Elly Sugigi Rela Dipoligami Irfan Sbaztian

Dream - Pernah bercarai hingga beberapa kali, tak juga membuat Elly Sugigi kapok. Bos 'penonton bayaran' ini bahkan berencana untuk kembali naik pelaminan bersama pria muda berparas tampan.

Elly siap melangkah ke jenjang berikutnya dengan rfan Sbaztian. Hubungannya dengan Irfan tampaknya benar-benar serius. Bahkan keduanya sudah membeli cincin pertunangan.

Elly Sugigi berharap hubungannya bisa langgeng dengan Irfan. Berharap bisa menikah dengan Irfan, namun Elly Sugigi rela jika suatu hari nanti brondongnya itu ingin menikah lagi dengan wanita lain alias poligami.

" Saya ingat loh umur saya sudah tua. Seandainya saya berjodoh sama Irfan, nanti sampai Irfan menikah lagi sama cewek lain, itu aku restuin. Karena apa, lihat kondisi aku juga,"  ucap Elly Sugigi dikutip dari Liputan6, Minggu 1 Juli 2018.

 irfan dan elly sugigi

Foto: Instagram @elysugigi_real_

Lebih muda 20 tahun darinya, Elly Sugigi merasa masa depan Irfan masih panjang. Tak menutup kemungkinan, dia akan bertemu dengan wanita yang lebih cantik dari Elly dan akan jatuh cinta lagi. Jika hal tersebut terjadi, wanita yang sudah empat kali kawin cerai itu mengaku ikhlas.

" Aku rela, aku ikhlas. Karena apa, Irfan masih muda banget, masih perlu bahagia, kebahagiaannya masih panjang," ucap komedian ini.

Elly Sugigi mungkin terlalu jauh membayangkan masa depannya dengan Irfan. Karena itu, kalaupun kenyataannya dia tak berjodoh dengan Irfan dan tak jadi menikah, Elly tak menyesalkan hubungan mereka.

" Misalkan nanti enggak jodoh pun sama Irfan, ya enggak apa-apa. Kalau jodoh ya alhamdulillah, kalau enggak jodoh juga ya wasyukurillah," kata Elly Sugigi.

Beri Komentar
Tutorial Ikuti Audisi LIDA 2020 Indosiar di KapanLagi Lewat Handphone