Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Mak Enung, Usaha Melejit Usai Lepas Dari Bank Keliling (LAZ Al Azhar)
Dream - Praktik bank keliling atau rentenir tetap ada hingga saat ini. Masyarakat, terutama golongan ekonomi lemah, dibuat tak berdaya akibat bunga utang yang mencekik.
Hal ini juga dialami oleh Nurhayati, 47 tahun. Wanita asal Desa Jampang, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, ini merasakan betul pahitnya berutang pada bank keliling.
Wanita yang kerap disapa Mak Enung ini berprofesi sebagai pedagang lauk dan sayur keliling. Usaha itu dia jalankan dengan niat untuk membantu suami.

Sebagai modal, dia meminjam sejumlah dana kepada bank keliling. Berharap usahanya membuahkan hasil yang mencukupi. Nyatanya, dia justru kesulitan mengembalikan utang plus bunga yang tinggi.
" Rasanya dulu mau digunakan apapun uang pinjaman itu enggak enak banget dan enggak bikin tenang di hati," ujar Mak Enung, dalam rilis LAZ Al Azhar diterima Dream, Rabu 17 Oktober 2018.
Dia pun resah. Sampai akhirnya sejumlah teman menyarankan Mak Enung bergabung dengan program Sejuta Berdaya Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Pelita Jampang Gemilang di bawah asuhan LAZ Al Azhar.

Mak Enung memutuskan bergabung pada 2015. Selain pinjaman modal non-riba, Mak Enung juga mendapat bimbingan dan pendampingan usaha.
Sedikit demi sedikit, usaha Mak Enung kembali berjalan. Hasil jualannya disisihkan sebagian untuk membeli aset, bahkan bisa membiayai kuliah anaknya.
Dulu, dia berjualan dengan jalan kaki. Kini, area jualannya semakin meluas dan dijangkau dengan sepeda motor.
Tidak hanya itu, keuntungan Mak Enung juga semakin meningkat. Jika dulu hanya mendapat Rp50 ribu dari jualan mulai pukul 07.00 WIB hingga 10.00 WIB, kini dia mengantongi Rp150 ribu per harinya.
Mak Enung juga cukup kreatif mengemas makanan yang dia jual. Misalnya, dia memberi nama 'Chicken Yellow' untuk lauk ayam ungkep atau 'Telur Naga' untuk telur balado.
Trik ini dia pakai sebagai promosi untuk menggaet konsumen. Nyatanya, dagangannya selalu laris diserbu pembeli.
" Oleh Ketua KSM Pak Cahyadi, saya sering diberi masukan agar terus berinovasi dalam berjualan, agar para pelanggan tidak mudah bosan dan terus setia membeli dagangan saya," kata dia.

Mak Enung mengaku punya mimpi sederhana. Ke depan, dia ingin memiliki rumah makan agar tidak perlu lagi berkeliling.
" Selain itu juga supaya nanti saya bisa kasih pekerjaan untuk orang lain, karena saya ingin sekali bisa bermanfaat lebih kepada orang lain," kata dia.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya