Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Foto: Shutterstock.com)
Dream - Salaman atau jabat tangan sangat dianjurkan bagi seorang Muslim ketika bertemu saudaranya. Amalan ini sangat ringan, namun memiliki keutamaan yang begitu besar.
Jabat tangan dapat menghapuskan dosa. Ini seperti disebutkan dalam hadis riwayat At Thabarani dan Al Baihaqi.
" Seorang Mukmin ketika berjumpa dengan Mukmin lainnya, lalu memberi salam, memegang dan berjabat tangan, maka gugurlah dosanya sebagaimana daun-daun berguguran."
Sudah menjadi kebiasaan, salaman dilakukan dengan satu tangan. Tetapi, ada sebagian orang yang salaman dengan dua tangan.
Sebenarnya, lebih baik mana salaman antara satu tangan dengan dua tangan?
Dikutip dari NU Online, Syeikh Wahbah Al Zuhayli dalam Al Fiqhul Islami wa Adillatuhu menyebutkan jabat tangan dianjurkan menggunakan dua tangan. Tetapi, pada kitab Wizaratul Awqaf was Syu'unul Islamiyyah menjelaskan bagaimana pandangan ulama terkait hal ini.
" Ulama berbeda pendapat perihal cara jabat tangan yang dianjurkan, dengan dua tangan atau satu tangan. Mazhab Hanafi dan sebagian ulama dari Maliki berpendapat bahwa jabat tangan dilakukan dengan kedua tangan. Hal it dilakukan dengan menempelkan telapak tangan kanannya dan telapak tangan kanan orang lain. Sementara telapak tangan kirinya ditempatkan di punggung telapak tangan kanan orang lain. Mereka mendasarkan diri pada praktik yang lazim di kalangan sahabat dan tabi’in (sebagaimana riwayat Ibnu Mas’ud)."
Sementara sebagian ulama lainnya memahami jabat tangan menurut ketentuan bahasa. Dalam bahasa Arab, jabat tangan identik dengan satu tangan.
" Ulama lain berpendapat bahwa cara jabat tangan tidak melebihi pengertian yang disebutkan secara bahasa. Jabat tangan dianggap jadi hanya dengan menempelkan permukaan telapak tangan dan telapak tangan orang lain (sebagaimana hadits riwayat Ubaidillah bin Yasar RA)."
Sehingga, baik dengan satu ataupun dua tangan, jabat tangan tetap dianjurkan. Setiap ulama memiliki dasar masing-masing dalam berpendapat.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya