Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ranu Bersama Orangtua Dan Adiknya (LAZ Al Azhar)
Dream - " Saya ingin membantu orang lain." Begitulah kalimat yang diucapkan Ranu Belizal Noer. Bocah 8 tahun asal Dusun Semoyo, Berbah, Sleman, Yogyakarta, ini rela berpanas-panasan sembari menjual puding.
Bukan uang yang dicari Ranu, namun kebaikan. Ya, Ranu tidak menggunakan hasil penjualannya untuk diri sendiri. Seluruhnya untuk para korban bencana Lombok dan Palu.
Setiap kali pulang sekolah, bocah itu segera keliling kampung. Ditentengnya kontainer kecil berisi puding yang sudah dikemas dalam gelas-gelas plastik kecil.
Satu gelas puding dijual Ranu dengan harga Rp2.500. Dia tawarkan dagangannya ke setiap orang yang ditemui.

Pada hari Minggu, Ranu ditemani ayah dan ibunya, Noer Choliq dan Vina Mardiana, berjualan di area pasar pagi Sanmor UGM. Bocah itu mengeliling kampus agar pudingnya terjual dan donasi terkumpul.
" Saya tidak pernah menyuruh dia jualan, itu kemauan dia sendiri," kata ayah Ranu, Noer.
Ide berjualan puding untuk donasi itu berasal dari istri Noer, Vina. Wanita itu terpanggil untuk membantu para korban bencana.
Dia lalu memutuskan untuk jualan puding donasi. Padahal, dia mengaku belum pernah membuat puding.
" Saya belajar masak puding pun dari YouTube," kata Vina.

Vina menyampaikan idenya kepada sang suami. Noer pun langsung mengiyakan ide tersebut. Hal itu rupanya diketahui Ranu. Bocah itu langsung semangat untuk membantu.
Vina memiliki target menjual seribu gelas puding. Dia mengaku sempat merasa pesimis target itu dapat tercapai. " Seiring berjalannya waktu, 1.000 cup puding akhirnya tercapai juga," kata Vina.
Keluarga ini lalu menyerahkan hasil penjualan tersebut kepada LAZ Al Azhar untuk disalurkan kepada para korban bencana.
Koordinator Tim Formula LAZ Al Azhar, Suryamin, mengucapkan terima kasih atas donasi Ranu. Dia juga mengatakan donasi Ranu telah diwujudkan dalam bentuk tempat penampungan air (water torn).
" Ini contoh yang baik bagi anak-anak lain di Indonesia untuk senantiasa peduli dengan penderitaan sesama," kata Suryamin.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya