Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Foto: Shutterstock.com)
Dream - Sebuah kisah yang diceritakan Imam An Nawawi dalam kitabnya bisa menjadi cermin bagi kita untuk tidak sibuk dengan urusan yang tampak. Segala yang tampak hanya akan menutupi kita dari kebenaran.
Diceritakan, suatu hari ada ustaz yang ingin bertemu dengan ulama terkenal bernama Syeikh Abul Khair. Dia adalah seorang guru sufi terkenal yang berumah di tengah padang pasir.
Ustaz yang masih muda itu ingin menemui Syeikh Abul Khair untuk belajar mengenai ilmu hikmah. Ketika ustaz itu sampai di rumah Syeikh Abul Khair, ahli sufi itu terlihat tengah mengaji.
Ustaz muda itu sempat mendengarkan Syeikh Abul Khair membaca Surat Al Fatihah. Muncul keraguan dalam diri ustaz muda itu untuk melanjutkan niatnya.
Itu semata terjadi hanya karena dia mendengar lantunan Al Fatihah dari Syeikh Abul Khair yang tidak fasih. Dia pun sempat mengurungkan niat menimba ilmu kepada ulama tersebut.
" Bagaimana mungkin seorang sufi terkenal makhraj bacaan Al Fatihahnya saja tidak bagus, bagaimana mungkin aku jadi muridnya?" kata ustad tersebut dengan bergumam.
Dia urungkan niatnya untuk berguru pada Syeikh Abul Khair. Kemudian, dia pergi dari rumah guru sufi itu.
Di tengah jalan, dia dihadang oleh seekor singa padang pasir. Singa itu terlihat buas, mengaum, membuat bulu kuduk si ustaz berdiri.
Ustaz muda ketakutan dan mundur beberapa langkah. Sayangnya, di belakangnya sudah ada seekor singa lain yang sama buasnya. Dia pun terjebak di antara dua singa buas.
Saking takutnya, ustaz muda itu menjerit. Suaranya sampai terdengar oleh Syeikh Abul Khair. Seketika, ulama ahli sufi itu keluar rumah dan menatap dua ekor singa tersebut.
" Bukankah sudah aku katakan padamu jangan pernah kalian mengganggu tamuku," ujar Syeikh Abul Khair kepada dua ekor singa.
Seketika, hewan buas itu duduk bersimpuh di hadapan Syeikh Abul Khair. Guru hikmah itu lalu membelai-belai telinga dua singa tersebut dan menyuruh mereka pergi.
Dua hewan itu menuruti perintah Syeikh Abul Khair. Melihat hal itu, si ustaz muda keheranan.
" Bagaimana Anda dapat menaklukkan singa-singa yang begitu liar itu?" tanya si ustaz.
" Selama ini aku sibuk memperhatikan urusan hatiku. Bertahun-tahun aku berusaha menata hati hingga aku tidak sempat berprasangka buruk kepada orang lain. Untuk kesibukanku menaklukkan hatiku ini, Allah SWT telah menaklukkan seluruh alam semesta kepadaku. Semua binatang buas di sini termasuk singa padang pasir yang buas itu, semua tunduk kepadaku," jawab Syeikh Abul Khair.
Jawaban tersebut membuat si ustaz tertunduk. Dia kagum pada kelebihan yang dimiliki Syeikh Abul Khair.
" Engkau tahu kekuranganmu?" tanya Syeikh. " Tidak, Syeikh," jawab si ustaz.
" Selama ini engkau sibuk memperhatikan hal-hal lahiriah hingga nyaris lupa memperhatikan hatimu, karena itu engkau takut kepada seluruh alam semesta," ucap Syeikh Abul Khair.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya