Macet `Brexit`, Mendagri: Kami Turut Berduka

Reporter : Ahmad Baiquni
Selasa, 12 Juli 2016 16:03
Macet `Brexit`, Mendagri: Kami Turut Berduka
Kemacetan kendaraan di Pintu Tol Brebes Timur Exit (Brexit) menelan sejumlah korban. Beberapa pemudik meninggal akibat kepanasan.

Dream - Kemacetan parah terjadi selama mudik Lebaran 2016. Arus kendaraan terhenti hingga berjam-jam di ruas jalan tol Brebes.

Saking parahnya, kemacetan itu sampai menimbulkan korban jiwa. Beberapa pemudik meninggal akibat kepanasan selama di berada di jalan tol.

Terkait hal ini, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mengatakan pemerintah telah berupaya membuat persiapan menyambut mudik dengan maksimal. Dia mengatakan turut berduka dan menyesal mudik tahun ini belum dapat terasa nyaman.

" Ya ini kalau ada musibah ya itu bagian dari musibah, kita ikut berduka, ikut menyesal sampai belum bisa nyaman. Saya yakin ini bagian untuk evaluasi pemerintah pusat dan daerah supaya bisa lebih mengoptimalkan di tahun yang akan datang," ujar Tjahjo, dikutip dari setkab.go.id, Selasa, 12 Juli 2016.

Tjahjo mengatakan seluruh persiapan sudah dijalankan baik di tingkat pusat maupun daerah. Dia membantah jika pemerintah daerah dinilai tidak tanggap dalam melihat keadaan.

" Daerah bisanya apa? Daerah mengkoordinasi dan menyiapkan. Desa, kelurahan, kecamatan yang dipinggir Pantura semua 24 jam. Satpol PP-nya siap, Puskesmasnya 24 jam, itu yang disiapkan. Dan semua, komunikasi dengan Polres setempat, dengan Kodim, dengan DLLAJR, dengan Perhubungan, semua. Semua juga termasuk radiogram kami yang kedua juga, termasuk SMS untuk melaksanakan apa yang menjadi instruksi Kementerian Perhubungan, Kementerian PUPR, kemudian Jasa Marga, semua sudah," kata Tjahjo.

Selanjutnya, terang Tjahjo, mudik tahun ini akan menjadi pengalaman bagi pemerintah untuk perbaikan pengelolaan perjalanan mudik di tahun depan. Selain itu, jumlah kendaraan yang meningkat juga menjadi salah satu faktor pemicu kemacetan saat mudik.

" Karena ini kenaikannya hampir empat persen, baik mobil pribadi, sepeda motor. Saya juga baru tahu bahwa di Indonesia ini per hari itu bisa mencapai 200 persen yang keluar baru," ucap dia.

Lebih lanjut, menurut dia, pemerintah akan mempercepat pembangunan sejumlah infrastruktur seperti jalan tol dan jalur kereta double track. Tjahjo berharap percepatan tersebut dapat mengurangi kepadatan arus kendaraan.

 (Ism) 

Beri Komentar