Aksi Pagar Betis Lindungi Muslim Sedang Sholat (middleeasteye.net)
Dream - Sejumlah mahasiswa University East Anglia, Britania Raya, berdiri membentuk pagar betis di halaman kampus mereka pada Jumat, dua pekan lalu. Para mahasiswa itu tengah melindungi kawan-kawan Muslim mereka yang sedang menjalankan ibadah Sholat Jumat.
Aksi tersebut mereka jalankan sebagai protes atas kebijakan kontroversial pengelola kampus, yang menutup satu-satunya mushola di sana. Dalam aksi tersebut, para mahasiswa membawa plakat berisi tulisan 'Kami hanya sholat'.
Keputusan itu mengundang reaksi keras dari warganet, hingga memunculkan petisi online bertagar #SaveOurSpace. Petisi itu mendapat banyak dukungan, lebih dari 6.000 orang.
Mushola kampus tersebut digunakan sekitar 600 karyawan dan para mahasiswa yang tergabung dalam Islamic Society. Mushola tersebut ditutup dengan alasan tidak sesuai dengan misi multi-keimanan.
" Mereka tampaknya tidak menyadari bahwa tidak hanya ruang yang tidak mencukupi, melainkan juga fasilitas yang sama sekali tidak memadai," demikian bunyi petisi tersebut.
Kepala Bidang Kesejahteraan, Komunitas, dan Perbedaan Persatuan Pelajar UEA, Jo Swo, mengatakan, " Ini merupakan contoh bagaimana mahasiswa Muslim diabaikan, bahkan sebelum kita menyadari fakta tahun ini ujian semester jatuh pada Ramadan, tanpa mempertimbangkan kepentingan mahasiswa Muslim."
Unjuk rasa ini mendapat dukungan dari Anggota Parlemen Norwich Utara, Clive Lewis. " Dalam kehidupan saya, saya tidak mengerti mengapa universitas membiarkan hal ini terjadi," kata dia.
Sumber: middleeasteye.net
Advertisement

Anak Laki-Laki dan Perempuan Harus Diasuh Berbeda? Ini Penjelasan Psikologi Anak

Kulit Kering dan Gatal atau Eksim? Kenali Perbedaannya Sebelum Memilih Pelembap

Penelitian Ungkap Mengapa Otak dengan ADHD Mungkin Lebih Kreatif?

Abu Vulkanik Letusan Anak Krakatau Sampai Jakarta, Bandara Soekarno Hatta Ditutup Sementara

10 Masalah Kesehatan yang Risikonya Bisa Dikurangi dengan Rutin Berolahraga

Raja Herbal dari Ketapang Sebagai Benih Kemandirian Ekonomi Desa
