10 Masalah Kesehatan yang Risikonya Bisa Dikurangi dengan Rutin Berolahraga

Reporter : Abidah
Senin, 7 September 2026 12:00
10 Masalah Kesehatan yang Risikonya Bisa Dikurangi dengan Rutin Berolahraga
Aktivitas fisik rutin dapat membantu mencegah dan mengelola sejumlah penyakit tidak menular, termasuk penyakit jantung, diabetes tipe 2, hipertensi, dan beberapa jenis kanker.

DREAM.CO.ID - Berolahraga tidak harus selalu berarti pergi ke pusat kebugaran, berlari puluhan kilometer, atau mengangkat beban berat. Berjalan kaki, bersepeda, berenang, menari, melakukan pekerjaan rumah, hingga aktif bergerak sepanjang hari juga termasuk aktivitas fisik. Jika dilakukan secara rutin, berbagai bentuk aktivitas tersebut dapat memberikan manfaat bagi kesehatan tubuh dan pikiran.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut aktivitas fisik rutin dapat membantu mencegah dan mengelola sejumlah penyakit tidak menular, termasuk penyakit jantung, diabetes tipe 2, hipertensi, dan beberapa jenis kanker. Aktivitas fisik juga berkaitan dengan kesehatan mental, fungsi otak, kualitas tidur, serta kemampuan tubuh mempertahankan berat badan yang sehat.

Berikut sejumlah masalah kesehatan yang risikonya dapat dikurangi dengan rutin bergerak.

1. Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah

Jantung merupakan organ yang terus bekerja sepanjang hidup sehingga perlu dijaga kondisinya. Aktivitas aerobik seperti berjalan cepat, bersepeda, berenang, atau jogging dapat membantu meningkatkan kebugaran jantung dan paru-paru. Olahraga rutin juga membantu menjaga tekanan darah dan berbagai faktor risiko penyakit kardiovaskular.

WHO memasukkan penyakit jantung dan stroke sebagai salah satu kelompok penyakit yang risikonya dapat ditekan melalui aktivitas fisik yang cukup.

2. Kelebihan Berat Badan dan Obesitas

Aktivitas fisik membantu tubuh menggunakan energi sehingga berperan dalam menjaga keseimbangan antara kalori yang masuk dan yang digunakan. Jika dilakukan secara konsisten bersama pola makan yang sesuai, olahraga dapat membantu mempertahankan atau mencapai berat badan yang lebih sehat.

Tidak harus selalu melakukan olahraga berat. Berjalan kaki, bersepeda, naik tangga, dan berbagai aktivitas sehari-hari juga dapat menambah jumlah gerakan tubuh.

1 dari 4 halaman

3. Diabetes Tipe 2

Olahraga membantu tubuh menggunakan glukosa sebagai sumber energi dan dapat mendukung sensitivitas insulin. Karena itu, aktivitas fisik secara rutin menjadi salah satu bagian penting dalam upaya menurunkan risiko diabetes tipe 2.

Manfaat tersebut juga berkaitan dengan pengendalian berat badan dan kesehatan metabolik secara keseluruhan. WHO mencatat aktivitas fisik rutin berhubungan dengan penurunan risiko diabetes tipe 2.

4. Osteoporosis dan Penurunan Kesehatan Tulang

Tulang membutuhkan rangsangan dari aktivitas fisik agar tetap kuat. Aktivitas yang melibatkan beban tubuh, seperti berjalan, menaiki tangga, menari, atau latihan kekuatan dapat membantu mempertahankan kesehatan tulang.

Bagi orang yang semakin lanjut usia, aktivitas fisik juga penting untuk menjaga fungsi tubuh dan mengurangi risiko jatuh serta cedera akibat jatuh.

 

2 dari 4 halaman

5. Depresi, Kecemasan, dan Stres

Manfaat olahraga tidak hanya terlihat pada otot dan jantung. Aktivitas fisik juga berhubungan dengan kesehatan mental. Bergerak secara rutin dapat membantu mengurangi gejala kecemasan dan depresi serta meningkatkan kesejahteraan secara umum.

WHO menyebut aktivitas fisik dapat memberikan manfaat bagi kesehatan mental dan membantu mengurangi gejala depresi maupun kecemasan.

6. Beberapa Jenis Kanker

Olahraga memang tidak dapat menjamin seseorang terbebas dari kanker. Namun, berbagai bukti menunjukkan bahwa aktivitas fisik berkaitan dengan penurunan risiko sejumlah jenis kanker.

WHO mencatat manfaat tersebut terutama terlihat pada beberapa kanker tertentu, termasuk kanker payudara dan kanker usus besar. Menjaga berat badan tetap sehat juga menjadi salah satu bagian penting dari upaya mengurangi berbagai faktor risiko kanker.

 

3 dari 4 halaman

7. Tekanan Darah Tinggi

Tekanan darah tinggi sering berkembang tanpa menimbulkan gejala yang jelas. Karena itu, menjaga gaya hidup aktif menjadi salah satu langkah penting untuk mempertahankan kesehatan jantung dan pembuluh darah.

Aktivitas fisik rutin dapat membantu menurunkan risiko hipertensi. Bahkan, orang yang belum mampu memenuhi target olahraga mingguan tetap dapat memperoleh manfaat dengan mulai meningkatkan aktivitas secara bertahap.

8. Gangguan Tidur

Hari yang penuh aktivitas fisik juga dapat membantu tubuh mendapatkan tidur yang lebih baik. Aktivitas fisik rutin berkaitan dengan kualitas tidur yang lebih baik dan menjadi bagian dari gaya hidup yang mendukung kesehatan secara keseluruhan.

Namun, waktu dan intensitas olahraga tetap perlu disesuaikan. Bagi sebagian orang, olahraga yang terlalu berat menjelang waktu tidur justru dapat membuat tubuh lebih sulit beristirahat.

 

4 dari 4 halaman

9. Nyeri dan Keterbatasan Gerak pada Sendi

Ketika sendi terasa nyeri, sebagian orang mungkin memilih untuk mengurangi gerakan sebanyak mungkin. Padahal, dalam banyak kondisi, tetap aktif dengan jenis dan intensitas yang sesuai dapat membantu mempertahankan fungsi tubuh.

Aktivitas berdampak rendah seperti berjalan, bersepeda, berenang, atau latihan kekuatan yang disesuaikan dapat membantu menjaga otot dan kemampuan bergerak. Jika seseorang memiliki penyakit atau nyeri kronis, jenis latihan sebaiknya disesuaikan dengan kondisi dan anjuran tenaga kesehatan.

10. Penurunan Fungsi Tubuh Saat Menua

Bertambahnya usia tidak selalu berarti seseorang harus kehilangan kekuatan, keseimbangan, dan kemampuan bergerak secara drastis. Aktivitas fisik dapat membantu orang dewasa dan lansia mempertahankan kebugaran, mobilitas, keseimbangan, serta fungsi kognitif.

Pada kelompok usia lanjut, latihan yang melibatkan keseimbangan dan penguatan otot juga penting untuk membantu mengurangi risiko jatuh. WHO merekomendasikan orang dewasa untuk melakukan aktivitas fisik secara rutin sesuai kemampuan dan kondisi masing-masing.

Pada akhirnya, manfaat olahraga tidak hanya ditentukan oleh seberapa berat latihan yang dilakukan. Konsistensi justru menjadi bagian penting. WHO menekankan bahwa melakukan aktivitas fisik dalam jumlah berapa pun lebih baik daripada tidak bergerak sama sekali, sementara peningkatan aktivitas secara bertahap dapat memberikan manfaat kesehatan yang lebih besar. Untuk orang dewasa, WHO merekomendasikan 150–300 menit aktivitas aerobik intensitas sedang per minggu, atau 75–150 menit aktivitas intensitas berat, ditambah latihan penguatan otot.

Dengan demikian, menjaga tubuh tetap aktif bukan sekadar cara untuk meningkatkan kebugaran. Kebiasaan sederhana seperti berjalan kaki lebih sering, memilih tangga, bersepeda, atau meluangkan waktu untuk berolahraga dapat menjadi bagian dari upaya jangka panjang untuk menjaga kesehatan tubuh dan pikiran.

Beri Komentar