Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Foto: Shutterstock.com)
Dream - Seorang wanita asal Indonesia menjadi korban penyerangan dan pemerkosaan di Rotterdam, Belanda. Insiden ini dilaporkan terjadi pada Sabtu pekan lalu.
Laman media setempat, NOS, melaporkan wanita yang merupakan mahasiswi itu sedang bersepeda dari Stasiun Pusat Rotterdam menuju tempat tinggalnya di Herman Bavinckstraat. Dia sampai di kediamannya sekitar pukul 5.30 pagi waktu setempat.
" Tidak lama setelah mengunci sepedanya, dia diserang hingga terluka dan harus dilarikan ke rumah sakit," demikian laporan NOS, dikutip dari merdeka.com, Senin 23 Juli 2018.
Kepolisian segera membentuk tim penyidikan usai mendapat laporan terkait insiden tersebut. Mereka mencari saksi di sekitar lokasi, memeriksa rekaman CCTV, dan melacak rute yang dilalui korban.
" Pelaku diyakini berumur sekitar 20 tahun dan menggunakan mantel gelap. Dia terlihat mengendarai sepeda berwarna gelap," ujar salah satu polisi.
© Dream
Stasiun televisi lokal, RTV Rijnmond, melaporkan korban adalah seorang mahasiswi Indonesia yang mengikuti program pertukaran di Universitas Erasmus. Warga sekitar menemukan mahasiswi itu usai mengalami pemerkosaan.
Diduga, mahasiswi tersebut sudah dikuntit sejak dari Avenue Concordia hingga ke tempat tinggalnya. Korban juga sempat dicekik dengan rantai sepeda.
Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Kementerian Luar Negeri, Lalu Muhammad Iqbal, membenarkan terjadinya insiden ini. Saat ini, korban mengalami trauma.
" Sejak tadi malam, tim perlindungan WNI KBRI Den Haag sudah berada di lokasi untuk memberikan pendampingan. Selain itu, tim juga telah berkoordinasi dengan otoritas setempat guna memburu pelaku," kata Iqbal.
Kemlu tidak bersedia mengungkap identitas korban. Ini sesuai permintaan keluarga korban sekaligus prosedur yang telah ditetapkan.
" Atas permintaan keluarga korban, kami berusaha menjaga privasi dari kasus ini. Sesuai SOP Kemlu, kami harus menjaga identitas korban," terang Iqbal.
Sumber: merdeka.com
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya