Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Direktur Keuangan, Dana Sosial Keagamaan Dan Keuangan Mikro Syariah KNKS, Ahmad Juwaini (Dream.co.id/Tri Yuniwati LestariO
Dream - Komite Nasional Keuangan Syariah tengah mempersiapkan aplikasi layanan pengumpulan dan penyaluran zakat. Selain untuk memudahkan muzakki (wajib zakat) membayar zakat, aplikasi ini juga bertujuan agar pengelolaan dana zakat tepat sasaran.
" Yang utamanya adalah platform dari pengelolaan zakat yang paling unggul dan paling baik sehingga muzakki terlayani dengan gampang, kredibel, dan transparan," ujar Direktur keuangan, Dana Sosial Keagamaan, dan Keuangan Mikro Syariah KNKS, Ahmad Juwaini, dalam Rakornas Zakat di Hotel Sunan Surakarta, Jawa Tengah, Selasa 5 Februari 2019.
Juwaini mengatakan aplikasi tersebut nantinya memuat data mustahik (penerima zakat) berdasarkan Program Keluarga Harapan (PKH) Kementerian Sosial dan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN). Berdasarkan data tersebut, ada sekitar 40 juta keluarga Indonesia tercatat sebagai mustahik.
" Nanti bila muzakki ingin memberikan zakatnya pada keluarga terdekat misalnya, mereka tinggal langsung search saja desanya mana, kecamatan, kabupaten, provinsi mana, dan akan keluar foto berserta profil mustahik yang akan menerima zakatnya," kata Juwaini.
Aplikasi ini sejalan dengan pesan dari Wakil Presiden Jusuf Kalla yang menilai perlu adanya transparansi data zakat. Sehingga diharapkan jumlah dana zakat yang terkumpul dan terdistribusi semakin meningkat.
" Yang perlu kita lakukan untuk menaikkan zakat itu ialah bagaimana terbuka dan diketahui manfaat dari zakat," ujarnya.
Saat ini, aplikasi yang bernama 'Satu Zakat' masih dalam proses pengembangan. Juwaini menargetkan aplikasi ini tersedia di play store pertengahan tahun ini.
Laporan: Tri Yuniwati Lestari
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya