Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Tulisan Jawi (Astro Awani)
Dream - Malaysia menetapkan Jumat sebagai Hari Jawi. Keputusan ini diambil untuk menguatkan tradisi dan budaya yang telah membentuk Malaysia.
Jawi merupakan tulisan menggunakan huruf Arab namun berbahasa lokal Melayu. Tulisan ini akrab digunakan di lingkungan pendidikan Islam negara serumpun meliputi Malaysia, Singapura, Indonesia, dan Brunei Darussalam.
Menteri Urusan Agama pada Departemen Perdana Menteri Malaysia, Zulkifli Mohamad Al Bakri, menyatakan keputusan ini diambil dalam rapat kabunet pada 8 Juli. Seluruh menteri mendukung keputusan tersebut.
" Pemerintah punya perhatian serius terhadap pelestarian tulisan Jawi. Saya mendesak semua kementerian, departemen, badan federal dan negara bagian, organisasi non-pemerintah, serta warga Malaysia untuk bekerja sama dalam melestarikan warisan nasional ini," ujar Zulkifli, dikutip dari World of Buzz.
Dia menambahkan keputusan tersebut resmi berlaku mulai Jumat, 10 Juli 2020. Seluruh dokumen dari Departemen Urusan Agama Malaysia ke depan akan menggunakan tulisan Jawi.
Zulkifli juga mengatakan penggunaan tulisan Jawi akan diperluas pada penyebaran informasi melalui media sosial resmi departemen tersebut.
Selain itu, dia juga menegaskan penggunaan tulisan Jawi diakui dalam Konstitusi Federal. Tepatnya pada Pasal 9 Undang-undang Bahasa Nasional 1963/67.
Undang-undang tersebut menyatakan aksara Romawi atau dikenal juga dengan huruf alfabet boleh digunakan untuk penulisan bahasa nasional. UU itu juga tidak melarang penggunaan aksara Jawi.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya