Pemakaman Wali Kota Seoul Digelar Secara Online

Reporter : Ahmad Baiquni
Minggu, 12 Juli 2020 15:36
Pemakaman Wali Kota Seoul Digelar Secara Online
Pemakaman dilaksanakan pada Senin besok

Dream - Jenazah Wali Kota Seoul, Korea Selatan, Park Won-soon, akan dimakamkan dengan prosesi yang digelar secara online. Prosesi hanya boleh diikuti sedikit orang dan menerapkan protokol kesehatan, demikian pernyataan panitia pemakaman.

Jenazah Park, saat ini masih disemayamkan di rumah sakit Universitas Nasional Seoul, akan dipindahkan ke Balai Kota pada Senin pagi. Sedangkan upacara pemakaman dijadwalkan mulai pada pukul 08.30 pagi waktu setempat.

" Ini akan berlangsung secara online sejalan dengan prinsip bekerja sama dalam upaya pengendalian Covid-19 dan agar digelar dengan prosesi sederhana," ujar anggota parlemen dari Partai Demokratik Korea, Park Hong-keun, dikutip dari Yonhap News Agency.

Hadirin akan dibatasi sekitar 100 orang, termasuk anggota keluarga yang berduka, pejabat kota senior, serta perwakilan partai dan kelompok sipil. Upacara pemakaman yang digelar Pemerintah Kota Metropolitan Seoul akan disiarkan secara langsung lewat channel YouTube resmi pemkot dan stasiun radio TBS.

 

1 dari 5 halaman

Jenazah Park akan dibawa ke fasilitas kremasi di Seoul Memorial Park. Kemudian dimakamkan di kampung halamannya di Changnyeoun, Provinsi Gyeongsang Selatan.

Banyak orang telah mengunjungi pusat berkabung yang dibuat di depan Balai Kota. Jumlah orang yang mengunjungi pusat duka tersebut mencapai 11.486 orang hingga Minggu pukul 01.00 waktu setempat.

Menurut keterangan Kantor Pemkot, lebih dari 640 ribu orang meletakkan bunga virtual di pusat duka online.

Seluruh pengunjung diharuskan mengenakan masker dan menjaga jarak yang cukup antara satu dengan lainnya. Sebelum memasuki fasilitas, mereka diharuskan memeriksa suhu tubuh.

2 dari 5 halaman

Tersandung Skandal Seks, Wali Kota Seoul Ditemukan Tewas

Dream - Wali Kota Seoul, Korea Selatan, Park Won-soon, 64 tahun, ditemukan meninggal pada Jumat, 10 Juli 2020, dini hari waktu setempat. Park sempat dilaporkan menghilang selama tujuh jam.

Beberapa jam sebelumnya, anak perempuan Park melaporkan ayahnya hilang ke kepolisian.

Kepolisian segera bergerak dan menemukan jasad Park di hutan Bukit Bukak dekat rumah dinasnya, sekitar satu menit lepas tengah malam.

Muncul dugaan Park bunuh diri. Kepolisian kemudian menggelar investigasi untuk memastikan penyebab kematiannya.

Park dilaporkan sedang menghadapi tuduhan pelecehan seksual kepada mantan sekretaris wanitanya. Wanita tersebut mengajukan gugatan resmi ke kepolisian pada Rabu setelah mengaku mendapat perlakuan tidak pantas dari Park.

" Gugatan telah diterima Kepolisian Metropolitan Seoul," ujar pejabat kepolisian yang meminta identitasnya tidak disebutkan dan tidak memberikan keterangan rinci mengenai penyidikan atas gugatan tersebut.

 

3 dari 5 halaman

Dari hasil pemeriksaan sementara, kata pejabat tersebut, tidak ditemukan adanya bukti yang mengarah upaya pembunuhan. Penyelidikan dijalankan dengan prosedur penanganan kasus bunuh diri.

Putri Park membuat laporan ayahnya menghilang pada Kamis sebelumnya pukul 5.17 sore waktu setempat. Saat laporan dibuat, Park disebutkan sudah meninggalkan rumah selama empat hingga lima jam.

Park disebutkan sempat meninggalkan pesan yang terkesan semacam wasiat. Sementara ponselnya dimatikan.

Park meninggalkan rumah dinasnya di Jongno, Seoul Pusat, sekitar pukul 10.44 pagi waktu setempat pada Kamis. Dia terakhir kali terlihat mengenakan topi hitam, jaket warna gelap, celana hitam, sepatu abu-abu dan membawa tas punggung hitam.

 

4 dari 5 halaman

Rekaman CCTV menunjukkan dia pergi menggunakan taksi di Waryong Park di bukit dekat rumah dinasnya di Jongno pada pukul 10.53 pagi.

Tak lama setelah mendapat laporan, kepolisian melakukan pencarian besar-besaran di area tersebut melibatkan ratusan petugas, sejumlah unit drone, dan anjing pelacak.

Jasad Park ditemukan dengan beberapa barang seperti tas, botol air, ponsel, buku catatan, dan kartu nama pribadinya di dekatnya.

Pada pukul 3.30 dini hari tadi waktu setempat, jasad Park ditempatkan di kamar jenazah Rumah Sakit Universitas Nasional Seoul. Sejumlah pendukungnya berkumpul di rumah sakit.

 

5 dari 5 halaman

Park yang merupakan anggota Partai Demokrat Korea, menjabat sebagai Wali Kota Seoul sejak 2011. Dia digadang-gadang sebagai kandidat potensial untuk bertarung dalam pemilihan presiden 2022.

Sebelum menjadi wali kota, Park adalah pengacara hak asasi manusia dan aktivis masyarakat sipil.

Masa jabatannya tinggal dua bulan lagi dan sementara digantikan oleh Wakil Wali Kota Seoul, Seo Jeong-hyup, hingga pemilihan wali kota baru berlangsung pada 7 April 2021.

Sumber. Yonhap News Agency

Beri Komentar