(nu.or.id)
Dream - Hari ini hingga dua hari ke depan, kita berada di pertengahan bulan Sya'ban. Banyak yang memandang tiga malam di pertengahan Sya'ban sebagai nisfu Sya'ban, yang jatuh pada tanggal 13, 14, dan 15.
Umat Islam banyak merayakan nisfu Sya'ban dengan pelbagai kegiatan ibadah. Ada yang sholat malam, tadarus Alquran, ataupun berpuasa.
Lantas, apakah hukumnya?
Mengutip rubrik syariah Nahdlatul Ulama, ketentuan hukum terkait merayakan nisfu Sya'ban tercantum dalam kitab Qalyubi wa 'Umairah.
" Disunahkan menghidupkan malam hari raya, Idul Fitri dan Idul Adha, dengan berdzikir dan sholat, khususnya sholat tasbih. Sekurang-kurangnya adalah mengerjakan sholat Isya berjamaah dan membulatkan tekad untuk sholat Shubuh berjamaah. Amalan ini juga baik dilakukan di malam nisfu Sya’ban, awal malam bulan Rajab, dan malam Jumat karena pada malam-malam tersebut doa dikabulkan."
Penjelasan ini diperkuat dengan banyaknya hadis tentang keutamaan nisfu Sya'ban. Salah satunya hadis yang tercantum dalam Shahih Ibnu Hibban.
" Allah SWT memperhatikan makhluk-Nya pada malam nisfu Sya’ban dan mengampuni seluruh makhluk-Nya kecuali orang kafir dan orang yang bermusuhan."
Mari merayakan nisfu Sya'ban dengan penuh hikmat. Selengkapnya...
Advertisement
Makna Menjadi Indonesia Menurut SBY


JK: Dalam Dunia Hari Ini, Lebih Berbahaya Kekurangan Listrik Ketimbang Kekurangan Beras

Jusuf Kalla Ajak Dekan Teknik Makassar Pelajari Industri Teknologi Langsung di China

SBY Bicara Pemerintahan di Endgame Town Hall: Saya Tak Pernah Berselingkuh dengan Konstitusi


5 Kebiasaan Malam yang Disarankan Pakar agar Bisa Hidup Lebih Panjang

Social Contagion: Mengapa Tren Memakai Parfum Bisa Ikut Menyebar di Kalangan Anak SD?

Jusuf Kalla Ajak Dekan Teknik Makassar Pelajari Industri Teknologi Langsung di China


Penelitian Ungkap Perempuan 117 Tahun Ini Punya Tubuh yang 'Tua' dan 'Muda' Sekaligus


5 Peregangan untuk Meredakan Tegang dan Kaku di Punggung Tengah