Belajar dari SBY, Begini Cara Ubah Janji Kampanye Menjadi Program Nyata Pemerintahan
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
(nu.or.id)
Tak hanya berpuasa.
Dream - Hari ini hingga dua hari ke depan, kita berada di pertengahan bulan Sya'ban. Banyak yang memandang tiga malam di pertengahan Sya'ban sebagai nisfu Sya'ban, yang jatuh pada tanggal 13, 14, dan 15.
Umat Islam banyak merayakan nisfu Sya'ban dengan pelbagai kegiatan ibadah. Ada yang sholat malam, tadarus Alquran, ataupun berpuasa.
Lantas, apakah hukumnya?
Mengutip rubrik syariah Nahdlatul Ulama, ketentuan hukum terkait merayakan nisfu Sya'ban tercantum dalam kitab Qalyubi wa 'Umairah.
"Disunahkan menghidupkan malam hari raya, Idul Fitri dan Idul Adha, dengan berdzikir dan sholat, khususnya sholat tasbih. Sekurang-kurangnya adalah mengerjakan sholat Isya berjamaah dan membulatkan tekad untuk sholat Shubuh berjamaah. Amalan ini juga baik dilakukan di malam nisfu Sya’ban, awal malam bulan Rajab, dan malam Jumat karena pada malam-malam tersebut doa dikabulkan."
Penjelasan ini diperkuat dengan banyaknya hadis tentang keutamaan nisfu Sya'ban. Salah satunya hadis yang tercantum dalam Shahih Ibnu Hibban.
"Allah SWT memperhatikan makhluk-Nya pada malam nisfu Sya’ban dan mengampuni seluruh makhluk-Nya kecuali orang kafir dan orang yang bermusuhan."
Mari merayakan nisfu Sya'ban dengan penuh hikmat. Selengkapnya...