Apa yang Masih Bisa Dilakukan Manusia yang Tak Bisa Dilakukan AI?
Prabowo Ramai-Ramai Dicalonkan Lagi
Ini Satu Hal Sederhana yang Ternyata Bisa Membantu Perawatan Ibu Setelah Melahirkan
Ingin Memperlambat Penuaan? Studi Ungkap Hal yang Mungkin Membantu dan yang Ternyata Tak Banyak Berpengaruh
Langkah Tepat Lindungi Kulit dari Paparan Sinar UV
Sudah Tidur 8 Jam tapi Tetap Lelah? Bisa Jadi Anda Kekurangan 7 Jenis Istirahat Ini
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Sering Merasa Orang Lain Tidak Menyukai Anda? Bisa Jadi Ini Hanya ‘Liking Gap’
Jemaah Haji Indonesia (MCH)
Dream - Antusiasme Muslim Indonesia untuk berhaji perlu disertai kesabaran. Berdasarkan data Kementerian Agama, rata-rata masa tunggu haji per provinsi pada 2018 mencapai 18 tahun.
" Untuk pendaftaran hari ini ketika mendaftar, masa tunggu rata-rata nasional saat ini 18.6 tahun," kata Kepala Sub Direktorat Pendaftaran dan Pembatalan Haji Reguler, M Noer Alya Fitra (Nafit), kepada Dream, Senin, 22 Oktober 2018.
Nafit mengatakan, daftar tunggu di masing-masing provinsi tersebut memiliki spesifikasi tersendiri. Satu provinsi dapat menunggu lebih lama ketimbang provinsi yang lain.
Dia mencontohkan provinsi terlama dalam daftar tunggu yaitu Sulawesi Selatan. Provinsi ini rata-rata daftar tunggunya sudah mencapai 31 tahun. " Kalau paling cepat itu Maluku 11 tahun," ucap dia.

Nafit menyebut, tiap tahun angka pendaftar haji semakin meningkat. Sejak 2004 hingga 2018 ini tercatat sebanyak 3,9 juta pendaftar haji reguler.
" Ya gini, kalau perhari itu ada saja yang mendaftar, pasti akan naik terus. Karena kan sekarang (kuota jemaah haji reguler) 204 ribu. Pendaftar 3,9 juta, bulan depan bisa 4 juta," ujar dia.
Nafit meminta, masyarakat berusia remaja dapat mendaftar haji di saat ini. Sebab, waktu tunggu berhaji semakin tahun akan semakin meningkat.

" Karena waktu tunggu sudah sedemikian panjang, maka bagi Muslim yang memang sudah mampu dan memiliki rizki yang cukup untuk mendaftar BPIH, maka disarankan untuk segera mendaftar haji agar pada saat keberangkatan nanti usianya masih muda dan sehat untuk melakukan perjalanan ibadah haji," ucap dia.
Sementara itu, Nafit mengatakan, masyarakat yang telah mendaftar pada 2009, 2010, 2011 akan kemungkinan akan melaksanakan haji pada 2019.
" Yang seharusnya berangkat tahun ini, 2019, yang umum mendaftar di 2009, 2010, dan 2011," kata dia.
Advertisement

Sering Merasa Orang Lain Tidak Menyukai Anda? Bisa Jadi Ini Hanya ‘Liking Gap’

Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?

Sudah Tidur 8 Jam tapi Tetap Lelah? Bisa Jadi Anda Kekurangan 7 Jenis Istirahat Ini


Apa yang Masih Bisa Dilakukan Manusia yang Tak Bisa Dilakukan AI?


Ini Satu Hal Sederhana yang Ternyata Bisa Membantu Perawatan Ibu Setelah Melahirkan