Masjid Az Zikra Tolak Jadi Lokasi Reuni 212

Reporter : Ahmad Baiquni
Rabu, 1 Desember 2021 17:37
Masjid Az Zikra Tolak Jadi Lokasi Reuni 212
Pihak yayasan menyatakan tidak akan menerima kegiatan eksternal untuk sementara waktu.

Dream - Yayasan Az Zikra selaku pengelola Masjid Az Zikra di Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, menolak acara Reuni 212 digelar di masjid tersebut. Penolakan tersebut disampaikan untuk menjawab surat dari Panitia Penyelenggara Reuni Akbar 212 terkait permohonan izin penggunaan Masjid Az Zikra untuk lokasi acara tersebut.

" Atas permintaan dari keluarga, Ummi Yuni Al Waly, ibunda dari almarhum Muhammad Ameer Azzikra, serta musyawarah bersama antara Dewan Syariah, Dewan Pembina, dan Dewan Pengawas Yayasan Az Zikra, maka diputuskan untuk sementara waktu Majelis Az Zikra tidak menerima kegiatan apapun yang diadakan oleh pihak eksternal," ujar Ketua Yayasan Az Zikra, Khotib Kholil.

Keputusan tersebut dituangkan dalam surat Nomor 112/YAZ/SK/XII/2021. Surat itu ditandatangani Khotib tertanggal Rabu, 1 Desember 2021, ditujukan kepada Ketua Panitia Penyelenggara Reuni Akbar 212, Eka Jaya.

Khotib mengungkapkan keputusan ini telah disampaikan kepada panitia Reuni 212. Mereka, kata dia, sudah menerima keputusan tersebut dan mencari tempat lain.

" Kita bukan tidak ingin, tetapi menghargai murabbi yang berduka," kata dia.

 

1 dari 5 halaman

Tidak Diizinkan Polda Metro Jaya

Sementara, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Endra Zulpan, menegaskan pihaknya tidak memberikan izin digelarnya Reuni 212 di wilayah hukum Polda Metro Jaya. Berdasarkan informasi awal, acara akan digelar di kawasan Patung Kuda Arjuna Wiwaha, Jakarta Pusat dan Masjid Az Zikra.

" Kami sebagai penanggung jawab keamanan di Ibu Kota tidak mengeluarkan izin Reuni 2021 apabila dilakukan di wilayah hukum Polda Metro Jaya," kata Zulpan.

Menurut Zulpan, keputusan tersebut sejalan dengan Satuan Tugas Penanganan Covid-19 yang tidak merekomendasikan acara tersebut digelar. Sebab, Reuni 212 berpotensi menimbulkan kerumunan yang dapat memicu terjadinya penularan Covid-19, dikutip dari Liputan6.com.

2 dari 5 halaman

Pangdam Jaya: Reuni 212 Batal, Dilanggar Kami Tindak Tegas

Dream - Panglima Daerah Militer Jayaraya (Pangdam Jaya), Mayor Jenderal Dudung Abdurrachman, menegaskan rencana FPI menggelar Reuni 212 sudah batal. FPI sudah membuat pernyataan tertulis mengenai hal itu.

" Sudah ada surat pernyataan dari FPI, mereka sudah sanggupi dan ada pernyataan, dia tidak akan lakukan reuni," ujar Dudung, dikutip dari Merdeka.com.

Selain pernyataan tertulis dari FPI, terdapat imbauan dari Gubernur DKI Jakarta. Imbauan itu menyebutkan Reuni 212 berpotensi melanggar Peraturan Daerah Nomor 88 Tahun 2020 tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar.

Lebih lanjut, Dudung menegaskan jika FPI melanggar pernyataannya, TNI dan Polri siap mengerahkan pasukan. Dua instituasi tidak segan mengambil tindakan tegas untuk pelanggaran yang terjadi.

" Kalau dia langgar, tidak ada cerita, saya (TNI) dan polisi akan tindak tegas," kata Dudung.

3 dari 5 halaman

Pencopotan Baliho Rizieq, Pangdam Jaya: Yang Mengkritik Tak Tahu Perjalanannya

Dream - Panglima Daerah Militer Jaya, Mayor Jenderal Dudung Abdurrachman, menjawab kritikan sejumlah pihak terkait instruksi pencopotan baliho pimpinan FPI, Habib Rizieq Shihab. Dia menyebut para pengkritiknya tidak tahu kronologis peristiwanya.

" Yang mengkritik itu tidak tahu perjalanannya, ceritanya, bagaimana penurunan baliho," ujar Dudung, dikutip dari Liputan6.com.

Dudung mengatakan baliho Rizieq sudah diturunkan Satpol PP dua bulan lalu dengan pengawalan dari TNI dan Polri. Tetapi, di lapangan terjadi penghadangan oleh massa FPI dan diminta untuk memasang kembali.

" Lah, emang dia siapa? Dia ini siapa? Organisasi apa? Pemerintah yang jelas-jelas Satpol PP kok. Pemerintah itu jelas organisasinya, strukturnya sudah jelas, kok bisa takut sama mereka? Mereka itu siapa?" kata Dudung.

Karena itulah, Dudung memerintahkan prajuritnya turun dan melakukan penertiban baliho. Meski ada kritik, Dudung mengatakan lebih banyak yang mendukung langkah tersebut.

" Saya tidak ingin ada keresahan-keresahan yang membuat aturan-aturan dia sendiri, ini negara hukum, harus ada ketetapan hukum yang benar," ucap Dudung.

Sumber: Liputan6.com/Nanda Perdana Putra

4 dari 5 halaman

Pangdam Jaya: Bukan Habib Kalau Ucapannya Tidak Baik

Dream - Pangdam Jaya, Mayjen TNI Dudung Abdurachman, mengritik materi ceramah habib dalam sebuah acara maulid Nabi Muhammad yang karena dia nilai kurang baik. Sebagai pemuka agama, harusnya seorang habib memberikan nasihat yang mencerahkan.

" Kalau katanya sebagai imam besar, kalau dibilang sebagai kiai atau habib, karena habib atau kiai itu selalu hatinya baik, pikirannya baik, ucapan baik, dan tindakan juga baik, jadi kalau ucapannya tidak baik, bukan habib atau kiai namanya," ucap Dudung di Jakarta, Jumat 20 November 2020.

Islam, tambah Dudung, tidak mengajarkan mencela atau menyerang sesama umat. Islam agama penuh kasih sayang, tidak pantas bila seorang ulama melempar perkataan buruk.

" Saya ini orang Islam, saya orang Muslim mengajarkan selalu Islam itu agama yang rahmatan lil 'alamin, agama yang mengajarkan tentang kasih sayang, untuk seluruh alam semesta bukan hanya manusia saja. Jangan asal bicara sembarangan," ucap dia.

Dudung mengungkapkan keperihatinan jika ada seorang habib di peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW menyelipkan bahasa-bahasa dan ucapan kotor di dalam ceramahnya. " Saya prihatin dan saya tidak terima sebagai orang muslim," ucap dia.

5 dari 5 halaman

Perintah Turunkan Baliho Rizieq

Sebelumnya Dudung menegaskan, pencopotan baliho bergambar pimpinan Front Pembela Islam Rizieq Shihab di beberapa titik Ibu Kota atas perintahnya.

Untuk diketahui, sebuah video berdurasi 11 detik memperlihatkan sekelompok orang berseragam loreng tengah menurunkan spanduk bergambar yang terpasang di baliho. Video itu beredar di media sosial.

" Ada berbaju loreng menurunkan baliho habib rizieq itu perintah saya," tegas Pangdam di Monas, Jakarta, Jumat 20 November 2020.

Beri Komentar