Pangdam Jaya: Reuni 212 Batal, Dilanggar Kami Tindak Tegas

Reporter : Ahmad Baiquni
Senin, 23 November 2020 15:05
Pangdam Jaya: Reuni 212 Batal, Dilanggar Kami Tindak Tegas
"Tidak ada cerita, saya (TNI) dan polisi akan tindak tegas".

Dream - Panglima Daerah Militer Jayaraya (Pangdam Jaya), Mayor Jenderal Dudung Abdurrachman, menegaskan rencana FPI menggelar Reuni 212 sudah batal. FPI sudah membuat pernyataan tertulis mengenai hal itu.

" Sudah ada surat pernyataan dari FPI, mereka sudah sanggupi dan ada pernyataan, dia tidak akan lakukan reuni," ujar Dudung, dikutip dari Merdeka.com.

Selain pernyataan tertulis dari FPI, terdapat imbauan dari Gubernur DKI Jakarta. Imbauan itu menyebutkan Reuni 212 berpotensi melanggar Peraturan Daerah Nomor 88 Tahun 2020 tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar.

Lebih lanjut, Dudung menegaskan jika FPI melanggar pernyataannya, TNI dan Polri siap mengerahkan pasukan. Dua instituasi tidak segan mengambil tindakan tegas untuk pelanggaran yang terjadi.

" Kalau dia langgar, tidak ada cerita, saya (TNI) dan polisi akan tindak tegas," kata Dudung.

1 dari 5 halaman

Pencopotan Baliho Rizieq, Pangdam Jaya: Yang Mengkritik Tak Tahu Perjalanannya

Dream - Panglima Daerah Militer Jaya, Mayor Jenderal Dudung Abdurrachman, menjawab kritikan sejumlah pihak terkait instruksi pencopotan baliho pimpinan FPI, Habib Rizieq Shihab. Dia menyebut para pengkritiknya tidak tahu kronologis peristiwanya.

" Yang mengkritik itu tidak tahu perjalanannya, ceritanya, bagaimana penurunan baliho," ujar Dudung, dikutip dari Liputan6.com.

Dudung mengatakan baliho Rizieq sudah diturunkan Satpol PP dua bulan lalu dengan pengawalan dari TNI dan Polri. Tetapi, di lapangan terjadi penghadangan oleh massa FPI dan diminta untuk memasang kembali.

" Lah, emang dia siapa? Dia ini siapa? Organisasi apa? Pemerintah yang jelas-jelas Satpol PP kok. Pemerintah itu jelas organisasinya, strukturnya sudah jelas, kok bisa takut sama mereka? Mereka itu siapa?" kata Dudung.

Karena itulah, Dudung memerintahkan prajuritnya turun dan melakukan penertiban baliho. Meski ada kritik, Dudung mengatakan lebih banyak yang mendukung langkah tersebut.

" Saya tidak ingin ada keresahan-keresahan yang membuat aturan-aturan dia sendiri, ini negara hukum, harus ada ketetapan hukum yang benar," ucap Dudung.

Sumber: Liputan6.com/Nanda Perdana Putra

2 dari 5 halaman

Pangdam Jaya: Bukan Habib Kalau Ucapannya Tidak Baik

Dream - Pangdam Jaya, Mayjen TNI Dudung Abdurachman, mengritik materi ceramah habib dalam sebuah acara maulid Nabi Muhammad yang karena dia nilai kurang baik. Sebagai pemuka agama, harusnya seorang habib memberikan nasihat yang mencerahkan.

" Kalau katanya sebagai imam besar, kalau dibilang sebagai kiai atau habib, karena habib atau kiai itu selalu hatinya baik, pikirannya baik, ucapan baik, dan tindakan juga baik, jadi kalau ucapannya tidak baik, bukan habib atau kiai namanya," ucap Dudung di Jakarta, Jumat 20 November 2020.

Islam, tambah Dudung, tidak mengajarkan mencela atau menyerang sesama umat. Islam agama penuh kasih sayang, tidak pantas bila seorang ulama melempar perkataan buruk.

" Saya ini orang Islam, saya orang Muslim mengajarkan selalu Islam itu agama yang rahmatan lil 'alamin, agama yang mengajarkan tentang kasih sayang, untuk seluruh alam semesta bukan hanya manusia saja. Jangan asal bicara sembarangan," ucap dia.

Dudung mengungkapkan keperihatinan jika ada seorang habib di peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW menyelipkan bahasa-bahasa dan ucapan kotor di dalam ceramahnya. " Saya prihatin dan saya tidak terima sebagai orang muslim," ucap dia.

3 dari 5 halaman

Perintah Turunkan Baliho Rizieq

Sebelumnya Dudung menegaskan, pencopotan baliho bergambar pimpinan Front Pembela Islam Rizieq Shihab di beberapa titik Ibu Kota atas perintahnya.

Untuk diketahui, sebuah video berdurasi 11 detik memperlihatkan sekelompok orang berseragam loreng tengah menurunkan spanduk bergambar yang terpasang di baliho. Video itu beredar di media sosial.

" Ada berbaju loreng menurunkan baliho habib rizieq itu perintah saya," tegas Pangdam di Monas, Jakarta, Jumat 20 November 2020.

4 dari 5 halaman

Alasan Penurunan Baliho

Dudung juga menjelaskan alasan dibalik penurunan baliho tersebut. Langkah itu diambil berdasarkan hukum. Menurutnya, baliho yang terpasang itu menyalahi aturan.

" Karena brapa kali Satpol PP menurunkan, dinaikkan lagi. Perintah saya itu," ucap Dudung.

Dia pun meminta siapapun harus taat pada hukum, tanpa terkecuali. Karena itu Dudung meminta baik ormas ataupun pihak manapun untuk tidak sembarangan memasang baliho.

" Kalau siapapun di republik ini, ini negara hukum, harus taat kepada hukum, kalau masang baliho sudah jelas ada aturannya, ada bayar pajak, dan tempat ditentukan, jangan seenaknya sendiri, seakan akan dia paling benar," tegas Dudung.

5 dari 5 halaman

Sisi Lain Pangdam Jaya Mayjen Dudung, Pantang Menyerah Sejak Remaja

Dream - Panglima Kodam Jaya, Mayjen Dudung Abdurachman, mengaku memerintahkan anak buahnya untuk menurunkan baliho pimpinan Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab. Pencopotan itu viral di media sosial.

" Ada berbaju loreng menurunkan baliho habib rizieq itu perintah saya," tegas Dudung saat apel pasukan di Monas, Jakarta, Jumat 20 November 2020.

Namun, siapa sangka di balik sikap tegas Mayjen Dudung, tersimpan kelembutan, terutama kepada sang ibu. Dia memendam rindu mendalam terhadap ibunya yang membuatnya teringat kenangan saat remaja.

Hal itu terjadi tepat di hari ulang tahunnya ke-55, Kamis 19 November 2020. Dia disuguhi sepiring kue pandan dihiasi klepon dilengkapi dengan teh hangat.

" Euumm, enak tapi lebih enak buatan ibu. Kalau klepon buatan ibu, lebih besar dan lebih kenyal," ujar Dudung usai mencicipi kue klepon yang membawa memori tentang sang ibu di ruang kerjanya.

Sembari melanjutkan menyantap kue ulang tahunnya, Dudung bercerita tentang kenangannya bersama ibunda tercinta di masa-masa sulit, terutama usai kehilangan sosok ayah.

Bagi Dudung, ibu merupakan sosok pahlawan yang sangat berjasa dalam kehidupannya karena sejak Dudung remaja ia melihat ibunya menjadi tulang punggung utama menafkahi delapan orang anak-anaknya.

Beri Komentar