Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Matahari Terbenam Di Mars (Foto: NASA/IFL Science)
Dream - Bumi dan Mars seperti dunia cermin. Dari angkasa, Mars terlihat merah sehingga sering disebut Planet Merah. Sementara jika dilihat dari Maras, Bumi memantulkan warna biru.
Mars adalah gurun yang dingin. Bumi penuh dengan air dan kehidupan.
Tapi ada perbedaan aneh lainnya. Langit di Mars berwarna merah sementara matahari terbenam berwarna biru.
Mengapa bisa begitu? Dikutip dari IFL Science, alasan di balik warna biru saat senja di Mars mirip dengan warna matahari terbenam di Bumi.
Secara ilmiah, kondisi cahaya dari matahari tercerai berai karena atmosfer. Sinar matahari terdiri dari cahaya dengan panjang gelombang yang berbeda, sementara itu molekul dan partikel debu hanya berinteraksi dengan gelombang tertentu.
Hamburan cahaya partikel-partikel inilah yang menjadi kunci untuk warna yang kita lihat.
Di Mars, atmosfer sangat renggang. Tekanannya setara dengan 1 persen Bumi. Atmosfer di Planet Merah itu tercipta karena karbon dioksida dan memiliki banyak debu.
Debu halus ini cenderung menyebarkan cahaya merah sehingga langit tampak kemerahan. Tapi di sisi lain, memungkinkan cahaya biru tembus. Di Bumi, kondisi sebaliknya terjadi.
Robot penjelajah, Curiosity, Spirit, dan Opporunity telah menangkap fenomena warna biru saat matahari tenggelam di Mars.
Tetapi, menariknya, Bumi dan Mars merupakan satu-satunya lokasi di Tata Surya yang dapat mengamati matahari terbenam.
Merkurius tidak memiliki atmosfer sehingga akan melihat Matahari menghilang ketika suhu mulai mencapai 427 derajat Celcius hingga minus 173 derajat Celcius. Suhu tersebut menjadi penanda waktu beralih ke malam.
Merkirus juga memiliki waktu putar sepanjang 58 hari. Tetapi, pergi ke Venus akan lebih buruk lagi.
Lapisan awan tebal dan atmosfer yang sangat padat menghalangi sinar matahari. Suhu tinggi dan hujan asam akan dengan mudah melelehkan pakaian.
Planet Titan menawarkan matahari terbenam yang langka, kadang-kadang. Tetapi untuk sementara waktu, matahari terbenam dan video Bumi kita yang Mars adalah yang terbaik yang bisa diharapkan.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya