Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Meski mensyukuri indeks kepuasan jemaan haji tahun ini, Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin meminta peningkatan layanan pada musim tahun depan. Lukman meminta ada inovasi.
" Setidaknya saya mengingatkan beberapa hal yang perlu menjadi perhatian dan harus menjadi inovasi pada penyelenggaraan ibadah haji di tahun 2019," kata Lukman, dikutip dari laman resmi kemenag.go.id, Kamis 6 Desember 2018.
Menurut Lukman, salah satu layanan yang harus ditingkatkan adalah penempatan jemaah haji berdasarkan sistem zonasi. Dia mengatakan, model zonasi akan mempermudah sekaligus memberi kenyamanan jemaah haji di Tanah Suci.
" Tentu orang Bugis akan lebih senang jika tempat tinggalnya di sana berdekatan dengan orang Makassar. Selain bahasa yang digunakan, ini juga mempermudah kita bila menentukan menu katering," ujar dia.
Inovasi baru lainnya yaitu model pelaporan petugas. Lukman berharap, pada penyelenggaraan haji 2019, Direktorat Penyelenggaraan Haji dan Umroh menyiapkan sistem pelaporan digital.
" Seluruh petugas kita harus sudah bisa melakukan pelaporan secara digital. Siapkan dalam sebuah aplikasi terintegrasi," ujar dia.
Inovasi yang digaungkan Lukman yaitu penerapan fast track di seluruh bandara keberangkatan, penggunaan AC di Arafah, serta penguatan manasik haji.
" Kita perlu memperkuat manasik hajinya. Kita perlu memikirkan terkait inovasi manasik haji dengan membuat audio visual atau lain sebagainya," kata dia.
Advertisement

Hedonic Treadmill: Mengapa Kebahagiaan Terasa Cepat Berlalu?

Mengapa Wadah Plastik Menyimpan Bau dan Noda, tetapi Kaca Tidak?

Orang yang Menguasai Banyak Bahasa Diduga Memiliki Otak hingga 13 Tahun Lebih Muda

Ukuran Betis Ternyata Bisa Mengungkap Kondisi Kesehatan Pria, Ini Penjelasan Ilmiahnya

Abu Vulkanik Letusan Anak Krakatau Sampai Jakarta, Bandara Soekarno Hatta Ditutup Sementara

Penelitian Ungkap Mengapa Otak dengan ADHD Mungkin Lebih Kreatif?

Anak Laki-Laki dan Perempuan Harus Diasuh Berbeda? Ini Penjelasan Psikologi Anak