Jalur Cepat untuk Jemaah Haji Indonesia Akan Diperluas

Reporter : Maulana Kautsar
Kamis, 29 November 2018 10:00
Jalur Cepat untuk Jemaah Haji Indonesia Akan Diperluas
KJRI Jeddah minta tambahan informasi berbahasa Indonesia.

Dream - Layanan fast track atau jalur cepat untuk jemaah haji Indonesia di Bandara Madinah dan Jeddah, Arab Saudi, pada tahun ini dinilai memuaskan. Kesuksesan itu tak lepas dari keberhasilan rintisan kerja sama biometrik dan proses imigrasi jemaah di bandara keberangkatan.

Untuk itulah layanan fast track dibahas dalam pertemuan antara tim Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah dengan Kepala Kantor Wilayah Imigrasi Provinsi Madinah yang diselenggarakan untuk membahas dan evaluasi layanan imigrasi musim haji 2018 dan persiapan musim 2019. Layanan fast track rencananya akan diperluas.

" Ini merupakan hasil terobosan kerja sama keimigrasian yang kami rintis sejak tahun lalu, dengan melakukan serangkaian pertemuan dengan pejabat imigrasi setempat, Kemlu Arab Saudi, kementerian haji, otoritas bandara, dan pihak-pihak terkait lainnya," ujar Konjen RI, Mohamad Hery Saripudin.

Menurut Hery, pemerintah berusaha memperluas pola layanan fast track yang mencakup 13 titik embarkasi atau bandara keberangkatan jemaah haji di Tanah Air. Tetapi, kata Hery, ada kendala karena luasnya wilayah Indonesia.

" Namun, dengan komitmen yang tinggi, Insyaallah, bisa kita atasi dengan memberikan pelayanan keimigrasian saat jemaah berada di embarkasi haji atau jelang keberangkatan," ujar dia.

Rencananya, tambah Hery, pemerintah Indonesia akan merintis kemungkinan menerapakan immigration on board atau layanan keimigrasian dalam pesawat  saat kepulangan jemaah haji ke Tanah Air. Sehingga, jemaah tidak perlu lagi antre di loket imigrasi setibanya di Saudi.

Pertemuan tersebut juga mengkaji kemungkinan implementasi kerjasama IT to IT data biometrik dari jemaah haji. Hery mengatakan juga memberi masukan pentingnya penggunaan atau penambahan informasi berbahasa Indonesia di bandara.

Kepala Kantor Wialyah Imigrasi Provinsi Madinah menyambut baik usulan dan gagasan dari tim KJRI Jeddah. Dia berjanji akan segera membahas dan mengkoordinasikannya dengan para pihak terkait di Arab Saudi.

Seperti dimaklumi, Pemerintah RI dan Arab Saudi telah sepakat melakukan uji coba pola layanan pre-departure immigration clearance bagi sekitar 70 ribu jemaah haji tahun 2018 yang dilakukan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta dan menerapkan pola layanan fast track setibanya di bandara Arab Saudi layaknya penumpang domestik.

Beri Komentar
Canggih, Restu Anggraini Desain Mantel dengan Penghangat Elektrik