Kemenag Usulkan Biaya Haji 2019 Gunakan Dolar AS

Reporter : Muhammad Ilman Nafi'an
Selasa, 27 November 2018 11:15
Kemenag Usulkan Biaya Haji 2019 Gunakan Dolar AS
Penggunaan rupiah tidak sampai lima persen.

Dream - Kementerian Agama (Kemenag) mengusulkan besaran biaya haji tahun depan menggunakan dolar Amerika Serikat. Usul itu disampaikan saat rapat kerja (raker) bersama Komisi VIII DPR RI membahas Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BPIH).

" Untuk biaya haji 2019 Kemenag memang mengusulkan agar penetapan biaya haji itu dengan US Dolar," ujar Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin, di Gedung DPR, Jakarta, Senin 26 November 2018.

Lukman menjelaskan, pembayaran biaya haji menggunakan dolar AS itu diharapkan untuk menjaga kestabilan harga. Sebab, 95 persen biaya haji dibayarkan menggunakan dolar AS dan riyal. " Yang rupiah itu tidak sampai lima persen," ucap dia.

Pertimbangan lainnya yakni fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Dia khawatir pelemahan rupiah berdampak pada naiknya harga biaya yang sudah ditetapkan sebelumnya.

" Oleh karenanya akan lebih aman bagi semua kita untuk penetapan biaya haji dengan US dollar," kata dia.

" Sehingga pelunasan yang dilakukan oleh jemaah terkait dengan selisih yang harus dibayarkan dari setoran awal yang sudah mereka bayarkan itu tinggal dikaitkan dengan berapa nilai kurs rupiah pada saat pembayaran dilakukan," tambah Lukman.

Dia berharap, pembiayaan haji menggunakan dolar AS tidak akan menimbulkan kerugian, baik bagi jemaah haji ataupun pemerintah.

" Iya jadi konsekuensi kemarin 2018 karena ditetapkan dengan rupiah, pada saat ditetapkan, pada saat pelaksanaan ternyata mata uang rupiah melemah terhadap US dollar, sehingga harus membayar selisihnya itu dari safeguarding dan cukup besar sampai Rp500 miliar untuk itu," ujar Lukman Hakim.

Beri Komentar
Summer Style 2019