Mau Beri Kado ke Raja Saudi, Perempuan Ini Ditangkap Gegana

Reporter : Maulana Kautsar
Senin, 6 Maret 2017 18:50
Mau Beri Kado ke Raja Saudi, Perempuan Ini Ditangkap Gegana
Laptop milik perempuan itu turut diperiksa polisi.

Dream - Perempuan bernama Dewi Palapa Eka diamankan satuan Gegana Brimobda Polda Bali. Gara-garanya, perempuan kelahiran Tanjung Balai, 14 Agustus 1976, itu nekat ingin masuk ke Hotel St Regis Nusa Dua, Bali, untuk memberikan kado kepada Raja Arab Saudi, Salman bin Abdul Aziz Al-Saud.

" Peristiwanya terjadi pukul 12.30 WITA di depan Hotel St Regis," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Bali, AKBP Hengky Widjaja, Senin 6 Maret 2017.

Rombongan Raja Salman Memperpanjang Liburan di Bali Sampai 12 Maret?© MEN

Saat ini, yang beralamat di Jalan MT Haryono, Kecamatan Datuk Bandar Timur, Sumatera Utara, itu sedang menjalani pemeriksaan intensif. Barang bukti berupa kotak hadiah masih diamankan oleh tim Gegana Polda Bali. Polisi juga memeriksa barang bawaan Dewi. Salah satunya berupa laptop.

" Hasil pemeriksaan fisik dan interogasi di lapangan diduga yang bersangkutan mengalami gangguan jiwa. Namun, perlu pembuktian medis terhadap hal tersebut," kata Hengky.

Saat ini, Tim Inafis telah mengambil sidik jari, melakukan pengambilan gambar fisik, dan pengisian formulir ciri-ciri perempuan tersebut.

(Laporan, Berry Putra, Bali)

1 dari 3 halaman

Cerita di Balik Tangga Eskalator Raja Salman Mendadak Rusak

Dream - Tangga eskalator milik Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulazis al-Saud‎ rusak saat hendak digunakan. Alhasil, Raja Salman turun menggunakan Invalid Passenger Lift (IPL) milik PT Jasa Angkasa Semesta (JAS) Airport Service.

Deputi Direktur Operasional PT JAS, Subiyono mengaku tak mengetahui persis sejauh mana kerusakan tangga eskalator milik Raja Salman. Yang pasti, tangga seberat 15 ton itu telah dipersiapkan dengan baik sebelum digunakan.

‎" Mereka (pihak Arab Saudi) juga yang menyiapkan alat untuk menurunkan tangga eskalator tersebut. Tapi, beberapa hari dan beberapa jam sebelum digunakan tangga itu tidak berfungsi dengan baik. Kita belum tahu kerusakannya seperti apa," kata Subiyono saat memberi keterangan resmi, Minggu 5 Maret 2017.

Kerajaan Arab Saudi pun meminta menyiapkan IPL sebagai alternatif. IPL itu alat untuk mengeluarkan dan memboardingkan penumpang dengan kebutuhan khusus, seperti sulit berjalan atau sedang sakit.

" Kemarin waktu dipakai suasana di dalam kabin IPL sudah baik. Kami selaku ground handling yang ditunjuk sudah menyediakan peralatan yang standar untuk mengantisipasi," kata dia.

Ia melanjutkan, begitu Raja Salman berada di IPL, tangga eskalator milik Raja Salman bisa difungsikan kembali seperti sedia kala.

General Manager Area II PT JAS, Hery Lukmanto menambahkan, sesuai prosedur tetap (protap), dua jam sebelum dipakai tangga eskalator milik Raja Salman telah dicoba.

" Dua jam sebelum dipakai dites dan tidak ada masalah. Begitu oke, diparkir tidak jauh dari pesawat. Saat landing, eskalator harus siap di dekat pesawat. Saat dicoba starter tidak bisa," kata Hery.

(Laporan: Berry Putra, Bali)

2 dari 3 halaman

Napak Tilas Liburan Keluarga Raja Salman di Gianyar Bali

Dream – Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya menyebut bahwa pariwisata adalah soal mengelola persepsi publik. Melukis gambar dalam imajinasi orang, sehingga sebelum traveling mereka sudah punya ekspektasi akan destinasi yang hendak dikunjungi. " Tugas promosi adalah melukis persepsi, tugas destinasi adalah mendekatkan persepsi dengan kenyataan di lapangan," ucap Menpar Arief Yahya melalui keterangan pers tertulis, Senin 6 Maret 2017.

Karena itu, PR-ing dalam pariwisata itu bisa diartikan sebagai Promise to Reputation (PR). Liburan Raja Salman bin Abdul Aziz Al-Saud bersama para pangeran dan keluarganya ke Bali itu pun bakal menciptakan persepsi. Karena Beliau adalah raja, maka persepsi masyarakat dunia akan sangat bagus terhadap Bali sebagai destinasi wisata berkelas. Bali tempatnya liburan orang mapan, orang kaya, selebriti dan kepala negara.

" Maka saat inilah timing yang paling bagus mempromosikan Bali lebih keras lagi di mata dan telinga dunia. Karena itu pula saya habiskan 50% dari budget promosi di Aljazeera TV Channel untuk menyambut Raja Salman. Kami genjot sejak H-7 sebelum Raja Salman hadir ke Jakarta dan Bali," ungkapnya.

Tujuannya tentu saja untuk memperkuat persepsi masyarakat dunia tentang Bali, Jakarta, Bogor dan nama Indonesia. " Destinasi wisata kelas dunia, nyaman, aman, keren, bisa berlama-lama, kapasitasnya bisa besar, private, atmosfer budaya, alam yang lengkap, ada bahari, ada forest, ada rice field, kuliner, souvenir, dan asyik," ujar Arief Yahya.

Di sisi lain, informasi soal Bali yang pernah dinobatkan sebagai destinasi liburan terbaik Asia 2016 versi TripAdvisor rupanya tak hanya heboh dengan berita kunjungan Raja Salman. Salah seorang pangeran Kerajaan Saudi, Fahad bin Faisal Al-Saud, juga ikut ramai diperbincangkan, karena liburan akhir tahun 2016 lalu juga sudah ke Bali.

" Ini bagaikan napak tilas liburan beliau (Pangeran Fahad, Red). Di momen pergantian tahun kemarin, Pangeran Fahad menghabiskan liburan di Pura Tirtha Empul, Tampaksiring, Gianyar, Bali," terang Kepala Dinas Pariwisata Bali, A.A Gede Yuniartha Putra.

3 dari 3 halaman

Rp 110,5 Juta Per Malam, Ini Kamar VVIP Raja Salman di Bali

Dream – Setelah agenda kunjungan kenegaraan yang padat di Jakarta, Raja Salman dan rombongannya bertolak ke Bali sejak 4 Maret 2017 lalu untuk berlibur. Selama 6 hari, Raja Salman dan rombongan akan menikmati keindahan Pulau Dewata, pulau yang dinobatkan sebagai tujuan wisata terbaik 2016 se-Asia oleh TripAdvisor.

Kabar yang beredar di lapangan menyebutkan, sang raja menginap di Hotel Saint Regis di Nusa Dua. Hotel ini merupakan jaringan Hotel Starwood yang tergabung juga dengan JW Marriot yang berbasis di Amerika Serikat. Dan panorama yang ditawarkan adalah akses langsung ke pantai Nusa Dua yang sudah terkenal keindahannya.

Tidak mudah mendapatkan informasi terkait Hotel Saint Regis. Pengambilan foto juga sama. Butuh izin khusus untuk memotret hotel ini. Kabar yang beredar, Raja Salman menginap di kamar terbaik di Hotel St Regis. Kemungkinan besar di Grande Astor Suite.

Kamar itu memiliki luas 374 meter persegi. Dilengkapi satu tempat tidur utama dan dua tempat tidur single, kamar raja dilengkapi balkon dengan view deretan pohon kelapa yang mengarah langsung ke pantai Nusa Dua.

Beri Komentar