Membandingkan Kekuatan Militer Iran dan Israel

Reporter : Sugiono
Senin, 18 Juni 2018 06:02
Membandingkan Kekuatan Militer Iran dan Israel
Jika kesepakatan gagal, maka mereka akan kembali menjalankan program pengayakan uranium yang menjadi bahan pembuat bom nuklir...

Dream - Perseteruan antara Iran dan Israel semakin memanas. Kesepakatan nuklir multinasional dengan Iran sedang diambang kehancuran. Semua ini disinyalir tak lepas dari peran sekutu Israel, Amerika Serikat.

Negara Adidaya itu bahkan menarik diri dari kesepakatan nuklir. Keputusan yang sangat disesalkan oleh negara-negara seperti Inggris, Perancis, dan Jerman. Pemimpin Iran pun mulai memberi ancaman.

Jika kesepakatan gagal, mereka akan kembali menjalankan program pengayaan uranium yang menjadi bahan pembuat bom nuklir.

Jika hal ini terjadi, maka Iran akan menjadi ancaman serius bagi keberadaan Negara Zionis Israel di Timur Tengah.

Meski Iran dan Israel kemungkinan tidak menginginkan perang skala penuh, namun potensi terjadi salah perhitungan dan eskalasi tetap ada.

Kedua negara memiliki pengaruh militer yang besar di Timur Tengah, dan setiap konfrontasi yang berkepanjangan di antara keduanya akan sangat mengerikan.

Dilansir dari Newsweek.com, Dream mencoba menggambarkan kekuatan militer Iran dan Israel jika terjadi perang terbuka di antara kedua negara.

(ism)

1 dari 2 halaman

Militer dalam Angka

Dream - Iran adalah negara yang jauh lebih luas dengan populasi yang jauh lebih besar daripada Israel. Tetapi jumlah saja tidak menentukan kemampuan militer sebuah negara.

Di sana ada teknologi militer dan pengalaman perang yang menjadi faktor penentu juga. Kemampuan teknologi bahkan lebih penting di era di mana teknologi mengubah cara perang dilancarkan.

Sebuah negara kecil dengan populasi hanya 8,5 juta, kekuatan militer Israel secara signifikan terbukti sangat tangguh. Dibentuk di tengah perang dengan tujuh negara tetangga Muslim di sekitarnya, sejarah membuktikan Israel bisa bertahan hingga sekarang.

Menurut Global Firepower, Israel memiliki sekitar 170.000 personel aktif dengan cadangan 445.000 orang. Israel juga menyelenggarakan wajib militer bagi semua warga negara non-Arab yang berusia 18 tahun.

Hal ini akan memberikan negara itu sejumlah besar cadangan yang terlatih untuk dipanggil sewaktu-waktu saat terjadi perang.

Sementara itu, meskipun kurang canggih dari Israel, militer Iran harus tetap diperhitungkan.

Populasinya yang besar - sekitar 82 juta - memungkinkan Teheran untuk menyediakan kekuatan sekitar 534.000 personel. Dengan cadangan lebih dari 400.000 personel, menjadikan Iran sebagai kekuatan militer terbesar di Timur Tengah.

Dalam hal belanja militer, Israel telah menghabiskan US$16,5 miliar untuk angkatan bersenjatanya, menurut laporan Lembaga Penelitian Perdamaian Internasional Stockholm pada tahun 2017.

Tidak jauh berbeda dari Israel, Iran telah membelanjakan US$14,5 miliar untuk mengembangkan kekuatan militernya.

Meskipun tidak terlihat sebagai kesenjangan yang besar, namun Israel membelanjakan miliaran lebih banyak daripada Iran untuk kebutuhan militer.

Hal ini menunjukkan adanya kesenjangan yang besar dalam hal kualitas peralatan tempur yang digunakan saat terjadi perang.

2 dari 2 halaman

Kekuatan Udara, Darat dan Laut

Dream - Angkatan Udara Israel adalah salah satu yang terbaik di dunia. Pilotnya berpengalaman melakukan misi melawan target di Suriah, Lebanon, Jalur Gaza dan bahkan Semenanjung Sinai di Mesir.

Israel memiliki 250 lebih pilot aktif yang menerbangkan berbagai jenis pesawat tempur. Termasuk yang paling canggih saat ini, yaitu F-35 Lightning II buatan Lockheed Martin.

F-35 Lightning II adalah salah satu dari hanya empat pesawat tempur generasi kelima di dunia saat ini. Israel diproyeksikan akan memiliki 50 pesawat tempur F-35 Lightning II.

Sebaliknya, AU Iran hanya memiliki sekitar 160 jet tempur, yang semuanya tidak ada yang secanggih F-35. Armada udaranya bahkan terdiri dari pesawat tempur tua buatan Amerika sebelum Revolusi Islam menggulingkan Shah Iran pada tahun 1979.

Iran juga mengoperasikan pesawat tempur buatan Rusia seperti pesawat udara ke udara MiG-29 dan pesawat udara ke darat Su-24.

Untuk urusan pertahanan darat, Israel memiliki sistem yang sudah canggih dan ampuh bernama Iron Dome.

Sistem pertahanan darat ini sebenarnya dirancang untuk menghancurkan roket dan mortir yang ditembakkan dari Jalur Gaza.

Israel juga menggunakan teknologi rudal anti pesawat Patriot yang dikembangkan oleh AS. Selain itu, Israel juga memiliki sistem anti rudal balistik Arrow untuk menjangkau sasaran yang tidak terkejar oleh Patriot.

Sementara itu, Iran hanya mengandalkan sistem pertahanan darat peninggalan Amerika yang dihibahkan sebelum terjadi Revolusi Islam. Namun pada tahun 2016, Iran mendapat bantuan sistem rudal S-300 dari Rusia.

S-300 memiliki jangkauan lebih dari 160 kilometer. Radar canggihnya akan membuat Israel butuh pesawat siluman baru dan lebih canggih dari yang sudah ada saat ini.

Israel punya lebih banyak tank daripada Iran — 2,760 dibandingkan dengan 1.650. Israel juga menang dalam hal kualitas. Versi terbaru dari tank Merkava menjadi salah satu yang canggih dan paling kuat di dunia.

Sementara Iran hanya mengandalkan tank-tank kelas dua yang tidak bisa menandingi Merkava-nya Israel.

Saat ini Iran dikabarkan tengah mengembangkan tank canggih bernama Karrar yang diharapkan bisa bersaing dengan milik Israel.

Untuk urusan pertahanan laut, kedua negara bisa dibilang sama-sama tidak memiliki kemampuan militer yang signifikan.

Iran memiliki lebih dari 30 kapal selam, lima frigat, tiga korvet dan lebih dari 200 kapal patroli.

Sedangkan Israel saat ini memiliki lima kapal selam, tiga korvet, delapan kapal rudal dan 45 kapal patroli.

Melihat geografi kedua negara, medang perang di laut tidak memainkan peran penting dalam proses kemenangan.

Jika terjadi perang habis-habisan, Israel kemungkinan akan menggunakan senjata pamungkas yaitu rudal nuklir.

Dikenal sangat merahasiakan persenjataan nuklirnya, Negara Zionis diyakini memiliki antara 75 dan 400 hulu ledak nuklir.

Senjata-senjata itu dapat dikirimkan menggunakan rudal balistik Jericho, rudal jelajah yang diluncurkan dari kapal selam, atau bahkan pesawat tempur.

Sementara Iran sendiri tidak memiliki senjata nuklir.

Bahkan jika pembicaraan gagal, Teheran akan butuh waktu bertahun-tahun untuk mengembangkan senjata nuklir.

(ism, Sumber: Newsweek.com)

Beri Komentar
Yenny Wahid Rilis Produk Kecantikan Halal