Menteri Agama Berguru Pada Tukang Tambal Ban

Reporter : Maulana Kautsar
Jumat, 12 Oktober 2018 19:00
Menteri Agama Berguru Pada Tukang Tambal Ban
Lukman bingung karena menganggap profesi menambal ban sepeda sudah sepi konsumen. Jawaban penambal itu membuatnya terhenyak.

Dream - Kisah menarik disampaikan Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin, saat mengikuti rangkaian peringatan Hari Santri Nasional (HSN) di Yogyakarta. Dia membagikan kisah itu saat menghadiri pengukuhan Forum Komunikasi dan Silaturahim Perhimpunan Asosiasi Travel Umrah dan Haji (PATUH) se-Jawa Barat.

Lukman bercerita, sempat makan di warung bakmi yang terkenal di Yogyakarta. Pembeli warung bakmi itu ramai, sehingga para pembeli harus mengantre. Tetapi, Lukman menyebut ada keunikan dari si pemilik warung yang menutup lapak jika sudah waktu tutup.

" Mengapa tidak diperpanjang jam bukanya?," kata Lukman bertanya ke si pemilik warung.

" Saya diajari orang tua dan guru saya agar tidak ngoyo dalam berusaha," jawab si pemilik warung.

Lukman mengatakan, si pemilik warung punya filosofi apa yang cukup bagi dia dan keluarganya itulah rezekinya. " Tubuh perlu istirahat, para karyawan pun butuh istirahat," ucap Lukman.

Selain bertemu dengan penjual bakmi, Lukman juga mengisahkan pertemuannya dengan penambal ban sepeda. Lukman bingung karena menganggap profesi menambal ban sepeda sudah sepi konsumen. Tetapi, pendapat Lukman keliru.

Jawaban penambal itu membuatnya terhenyak. " Saya buka tambal ban sepeda ini tidak sekadar usaha, tapi saya berniat membantu orang lain, kalau ada orang yang ban sepedanya bocor, maka saya bisa membantunya," Lukman menirukan jawaban penambal ban sepeda itu.

Berkaca dari kisah itu, Lukman ingin mengingatkan para agen perjalanan haji dan umroh yang tergabung dalam PATUH. Dia mengajak para agen perjalanan itu kembali pada niat awalnya membuka usaha.

" Ketika kita membua usaha umroh, kembali pada niat awalnya, jika pada awalnya ingin mendapat keuntungan sebanyak-banyaknya, maka itulah orientasi kita dan akan menabrak banyak hal, jika orientasi kita tak tercapai," ujar Lukman.

Lukman menyebut para pengusaha agen perjalan harus menata hati dan niat. Dia meyakinkan, usaha agen perjalanan yang dibangun akan bermanfaatkan ketika berlandas ibadah. " Saya yakin Allah SWT akan membantu kita," ucap dia.

2 dari 3 halaman
asset dream.co.id
Beri Komentar
Smartfren Presents Milenial Males Jadi Miliuner Series Eps 1 - Sarjana Ekonomi