Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Menag Lukman Hakim Saifuddin (Kemenag.go.id)
Dream - Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin, menyayangkan adanya penebaran kebencian yang menjelma menjadi fenomena sosial. Bahkan hal itu mulai mendera dan merasuk ke dalam tubuh sebagian masyarakat Indonesia.
" Ada kalanya berbungkus agama, politik, ras, suku, dan lain sebagainya," ujar Lukman saat menyampaikan ceramah dalam Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Istana Bogor, dikutip dari Kemenag.go.id.
Lukman juga menyesalkan kebencian berlabel agama juga disebarkan lewat mimbar-mimbar keagamaan.
" Melalui suara keras para pengkhotbah yang penuh kecaman murka dan ungkapan marah," ucap dia.
Mimbar keagamaan yang merupakan tempat penyebaran pesan luhur kedamaian kini beralih menjadi sarana penebar kebencian. Terutama ditujukan kepada mereka yang berbeda pemahaman.
Lukman pun mengajak umat untuk merenungkan kisah seorang wanita sholeh yang oleh Rasulullah Muhammad SAW justru dinyatakan masuk neraka. Sebabnya wanita itu mengurung seekor kucing dan tidak memberinya makan hingga mati dalam kandang.
Sebaliknya, ada wanita nakal justru masuk surga. Allah memberikan pengampunan padanya karena di dalam hatinya masih terdapat kasih sayang dengan memberikan air kepada anjing yang kehausan.

" Rasa kebinatangan saja bisa mengantarkan seseorang ke dalam surga atau neraka, apalagi rasa kemanusiaan, sebagaimana yang diteladankan oleh Rasulullah," kata Lukman.
Lebih lanjut, Lukman mengajak umat Islam seluruh Tanah Air untuk kembali membangkitkan semangat beragama dilandaskan cinta kasih dan kemanusiaan.
" Mari kita beragama dengan cinta kepada sesama, karena beragama tanpa cinta akan hampa tak bermakna. Sebaliknya, bercinta tanpa agama tak akan kekal bahagia," ucap Lukman.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya