5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
Mendagri Tjahjo Kumolo Menemui Keluarga Korban Lion Air JT610 (Dream.co.id/Maulana Kautsar)
Dream - Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tjahjo Kumolo, menyampaikan duka mendalam kepada keluarga korban jatuhnya pesawat Lion Air JT610. Tjahjo dapat merasakan kekhawatiran para keluarga korban, karena putranya, Arjuna Cakra Candasa, juga berprofesi sebagai pilot.
Menurut Tjahjo, Arjuna sudah empat tahun menjadi pilot maskapai Lion Air. Putranya juga pernah menerbangkan Boeing 737 MAX 8, pesawat setipe dengan JT610 yang jatuh di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat, pada Senin 29 Oktober 2018.
" Kemudian waktu pesawat sejenis ini ya ikut satu tim gitu saja," ucap Tjahjo di Gedung Promoter RS Polri Kramat Jati, Jakarta, Kamis 1 November 2018.
Arjuna, kata Tjahjo, sudah beberapa kali menerbangkan pesawat Lion Air maupun Batik Air. Sejumlah rute telah ditempuh anaknya, mulai domestik hingga luar negeri. " Sudah ambil rute Malaysia, India," kata Tjahjo.
Tjahjo sempat menemui sejumlah keluarga korban yang ada di RS Polri. Selain menyampaikan duka, Tjahjo juga hendak melakukan sinkronisasi data e-KTP dengan tim Inafis Polri.
" Data di Inafis sudah ada 150 juta. Ada jumlah penduduk kita 263 juta. Sisanya lah kalau kita sinkronisasi dengan pihak Inafis dapat mempercepat data," ujar Tjahjo.
Terkait insiden jatuhnya JT610, Tjahjo juga menerjunkan tim Direktorat Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil). Mereka ditugaskan untuk mempermudah pengurusan surat-surat kematian.
" Supaya (proses) tidak panjang. Jadi satu atap," kata dia.
Dream - Tim penyelam dari TNI AL akhirnya menemukan kotak hitam (black box) Lion Air JT 610 yang jatuh di Tanjung Karawang.
Salah seorang penyelam dari TNI AL, Sertu Hendra mengaku sempat merasa putus asa mencari black box.
Salah satu alasannya, karena pesawat meledak, menjadi bongkahan kecil dan menyebar di perairan Tanjung Karawang.
" Memang kami sempat putus asa karena pesawat menjadi bongkahan-bongkahan kecil, lalu kami temukan dan kami mendapat black box warna oranye," kata Sertu Hendra di Tanjung Karawang, Kamis 1 November 2018, seperti dikutip Liputan6.com.
Saat ini kotak hitam tersebut sudah di berada di dalam kapal Tim SAR. Kotak hitam Lion Air tersebut dimasukan ke dalam container box berwarna biru.
Dream - Black Box Lion Air JT610 berhasil ditemukan dan diangkat ke Kapal Baruna Jaya I, Kamis 1 November 2018.
Dikutip dari tayangan Breaking News TVone, black box ditemukan di lokasi berjarak 400 meter dari lokasi terakhir hilangnya Lion Air JT 610 di kedalaman 30 meter.
Black box Lion Air JT 610 itu temukan oleh penyelam TNI AL, Sertu Hendra dan dibawa ke KM Baruna Jaya 01 pada pukul 10.00 WIB.
Saat ini, back box sudah berada di KM Baruna Jaya 01. Black box itu berwarna orange dan dalam kondisi baik.
Sebelumnya, Rabu kemarin, koordinator sinyal black box tertangkap transponder USBL berada pada koordinat S 05 48 48.051 - E 107 07 37.622 dan koordinat S 05 48 46.545 - E 107 07 38.393.
Pencarian black box dilakukan dengan menurunkan ROV dari Kapal Riset ROV pada pagi tadi sudah menangkap gambar serpihan pesawat dan kain syal milik penumpang di dasar laut.
Pencarian black box ini sempat terkendala dengan arus kencang di bawah laut. (ism)
Dream - Proses evakuasi korban pesawat Lion Air JT 610 yang jatuh di Tanjung Karawang hingga kini masih terus berlanjut.
Tragedi kecelakaan pesawat dengan rute Jakarta-Pangkal Pinang itu tentu menorehkan duka mendalam, tak hanya bagi keluarga tapi juga kepada kerabat korban.
Belum lama ini seorang kerabat salah satu penumpang Lion Air JT 610 bernama Hizkia Jorry Saroinsong atau yang kerap disapa Jorry, membagikan sebuah foto yang menunjukkan suasana sesaat sebelum pesawat tersebut lepas landas Senin (28/10/2018) pagi.
“ Jorry, teman seangkatan saya, FISIP 2013 ada di pesawat Lion #JT610 pagi ini. Ini suasana persis sebelum dia naik pesawat. Sampai siang tadi saya dan teman-teman sekampus masih berharap Jorry selamat, tetapi baru saja diumumkan prediksi @SAR_NASIONAL tidak ada yang selamat,” tulis akun @Cittairlanie., seperti dilansir Liputan6.com.
Cania Lolipop@CittairlanieJorry, teman seangkatan saya, FISIP 2013 ada di pesawat Lion #JT610pagi ini. Ini suasana persis sebelum dia naik pesawat. Sampai siang tadi saya dan teman-teman sekampus masih berharap Jorry selamat, tetapi baru saja diumumkan prediksi @SAR_NASIONAL tidak ada yang selamat...
Nyatanya Jorry sempat mengabadikan momen tersebut melalui akun Instagram-nya dengan nama @ezjosa. Pada foto itu terlihat suasana ketika para penumpang sedang mengantre untuk masuk ke dalam kabin pesawat.

Dalam keterangan foto tertulis “ telat bangun mba?” hal ini nampaknya merujuk kepada dua pramugari yang turut serta dalam antrean tersebut. (ism, sumber: Liputan6.com)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?