Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%
Korban Lion Air Reski Amalia. (Foto: Merdeka.com/Irwanto)
Dream - Kabar duka dan cemas menanti kepastian masih terus dialami para keluarga korban pesawat Lion Air JT610 yang jatuh di perairan Karawang, Jawa Barat.
Salah satunya Ning Icha, yang masih tak menyangka sang putri, Reski Amalia, yang biasa disapa turut menjadi satu korban tragedi pilu tersebut.
Melansir Merdeka.com, Ayu merupakan bungsu dari enam bersaudara asal Palembang. Dia bekerja sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) sejak enam tahun lalu. Namun pada 2016, Ayu dialihtugaskan ke BPK Pangkalpinang, Bangka Belitung.
Menurut penuturan Ning, Ayu pindah ke Jakarta usai menikah pada 24 Juni 2018 lalu. Selama bekerja, Ayu memilih pulang ke Jakarta saban akhir pekan dan terbang kembali lagi ke Pangkalpinang setiap Senin.
" Ayu sudah enam tahun kerja di BPK dan baru tugas di Pangkalpinang, makanya bolak-balik Jakarta-Pangkal Pinang," ungkap Ning.
Setiap kali akan berangkat ke Pangkalpinang, Ayu selalu memberi kabar kepada orang tuanya. Namun di hari nahas itu, tak ada kabar apapun dari Ayu.
" Saya jadi bertanya-tanya, tumben tidak menelpon, makanya kami dari Palembang yang menelepon dia," kata dia.

Ning mengatakan komunikasi terakhir dengan anaknya, disaat Ayu dalam perjalanan menuju Bandara Soekarno-Hatta Jakarta untuk terbang ke Pangkalpinang menggunakan Lion Air JT 610.
Dalam pembicaraan telepon tersebut, Ayu meminta sang ibu untuk mendoakannya agar selamat sampai tujuan.
" Iya Ma, minta doa biar selamat," kata Ning menirukan kata-kata Ayu.
" Waktu itu Ayu bilang terburu-buru karena jam 8 harus sudah di kantor. Itulah terakhir kami mengobrol," sambungnya.
Saat ini Ning mengaku hanya bisa pasrah dengan kejadian dan dan berharap jenazah anaknya segera ditemukan.
(Merdeka.com)
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%



Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya