Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi Otak Dan Suasana Kamar Operasi. (Foto: JustScience / Shutterstock)
Dream - Sungguh sedih nasib gadis 8 tahun asal India yang menderita epilepsi yang tidak sembuh-sembuh.
Akibat penyakitnya itu, Trushika (nama samaran) merasa sesak napas, sakit kepala parah dan bahkan tidak bisa berjalan.
Epilepsi didefinisikan sebagai kondisi di mana seseorang mengalami kejang berulang yang mengganggu fungsi motorik, sensorik, atau mental seseorang.
Namun, setelah dirujuk ke Rumah Sakit Fortis di New Delhi, hasil pemeriksaan mengungkapkan temuan yang sangat mengejutkan.
Dokter menemukan lebih dari 100 kista di dalam otak anak itu Setelah diteliti, kista-kista itu sebenarnya adalah telur cacing pita.
Rupanya cacing pita yang ada di perut Trushika telah mencapai bagian otak melalui sistem saraf.
Akibat penyakitnya itu, Trushika telah didiagnosis mengidap neurocysticercosis. Selain itu, karena banyaknya kista yang bersemayam di dalamnya, otak Trushika membengkak.
Itu karena dokter terus menyuntikkan steroid ke dalam otak hingga akhirnya beratnya mencapai 20 kilogram.
Dr Praveen Gupta, Direktur Neurologi Fortis Hospital mengatakan bahwa saat dipindai pakai Computed Tomography (CT), otaknya menunjukkan titik-titik putih yang sebenarnya adalah telur cacing pita.
Infeksi semacam ini disebabkan karena tidak sengaja makan makanan yang penuh dengan cacing pita. Ketika telur mencapai otak melalui sistem saraf, mereka menyebabkan neurocysticercosis.
Neurocysticercosis adalah sebuah kondisi yang ditandai dengan sakit kepala berat, serangan epilepsi dan kebingungan.
Badan Kesehatan Dunia WHO menyatakan bahwa infeksi cacing pita pada sistem saraf pusat telah diakui sebagai penyebab utama epilepsi.
Untuk mengatasi pembengkakan otak Trushika, dokter menggunakan dekongestan dan steroid.
Setelah itu cacing pita dan telur-telurnya secara perlahan dibasmi menggunakan terapi anthelmintik dengan pengawasan dokter.
Ketika sembuh nanti, Trushika akan kehilangan berat badannya dan bisa berjalan lagi.
(ism, Sumber: IndiaTimes.com)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya