4 Bersaudara Derita Penyakit Aneh, Kaki dan Tangan Membatu

Reporter : Sugiono
Sabtu, 14 Juli 2018 09:00
4 Bersaudara Derita Penyakit Aneh, Kaki dan Tangan Membatu
Hingga saat ini belum ada obat yang bisa menyembuhkan penyakit aneh ini.

Dream - Penyakit aneh dialami sebuah keluarga miskin di Pakistan. Empat anak dari keluarga tersebut menderita sakit misterius yang membuat telapak kaki berubah menjadi batu.

Dokter yang menangani mereka mengatakan Habibullah Bhatti yang berusia 19 tahun, Mehrunisa (15), Nasebullah Bhatti (10), dan Khairunisa, (6) menderita penyakit aneh yang disebut dengan Epidermolytic Hyperkeratosis.

Penyakit ini diketahui telah menginfeksi hampir 200 ribu orang di seluruh dunia. Penderita akan mengalami pengerasan dan penebalan pada bagian telapak tangan dan kaki.

Hingga saat ini belum ada obat yang bisa menyembuhkan penyakit aneh ini. Akibat penyakit tersebut, keempat anak malang itu tidak bisa memakai alas kaki.

Orangtua mereka, Nazir Bhatti, 50 tahun, dan Abida Ali, 48 tahun, merasa prihatin dengan masa depan anak-anak tersebut karena tidak ada obat untuk menyembuhkan penyakit itu.

 

1 dari 2 halaman

Dokter Menyerah, Anak Sehat Diungsikan

Mereka sudah membawa anak-anak mereka ke dokter, tapi semuanya tidak membuahkan hasil.

" Tiga tahun yang lalu, putri bungsu saya, Khairunisa, terkena penyakit aneh itu. Di telapak kakinya muncul lapisan tebal yang mulai mengerasi seperti batu dalam beberapa bulan.

“ Kami juga membawa mereka ke pengobatan alternatif lokal. Namun dalam waktu enam bulan, tiga anak saya yang lain mengalami kondisi yang sama," jelas Nazir.

Sebagai langkah pencegahan, Nazir mengirim tiga anak mereka yang lain, yang tidak terpengaruh oleh kondisi tersebut, ke rumah nenek mereka.

 

2 dari 2 halaman

Penderitaan Para Anak

Sementara itu, ke mana pun keempat anak Nazir yang malang itu pergi, mereka harus bertelanjang kaki karena terasa sakit jika memakai alas kaki.

" Kulit mereka semakin hari semakin keras. Kami khawatir tentang masa depan mereka karena mereka tidak bisa pergi ke sekolah atau melakukan pekerjaan apa pun," ujar Nazir.

Nazir hanya bekerja sebagai koki dan mendapat gaji Rp 37 ribu sehari. Dengan gaji sangat kecil itu, dia tidak dapat membawa anak-anaknya ke rumah sakit manapun untuk menjalani perawatan yang lebih baik.

" Saya tidak punya uang untuk menutupi biaya perjalanan, dan membawa anak-anak saya ke rumah sakit yang lebih besar di Karachi atau kota besar lainnya," keluh Nazir.

(Sumber: Siakapkeli.my)

Beri Komentar
BJ Habibie Dimakamkan di Samping Ainun Habibie