Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Ternyata selama ini kita salah menduga bahwa singa adalah merupakan hewan yang paling mematikan di dunia.
Dalam infografis 2015 yang diterbitkan blog Bill Gates, GatesNotes.com, ditampilkan jumlah kematian per tahun akibat serangan binatang.
Di dalam infografis itu, kamu akan tahu binatang pembunuh nomor satu di dunia ini ternyata adalah nyamuk.
Ya, nyamuk. Serangga yang hobi menyedot darah dan menularkan penyakit ini bertanggung jawab atas kematian manusia akibat binatang.

Angka kematian manusia akibat ulah nyamuk ini mencapai 830.000 kasus per tahun. Sebagai perbandingan, manusia bertanggung jawab atas 580.000 kasus kematian manusia per tahun. Sementara ular mengakibatkan 60.000 kasus kematian manusia per tahunnya.
Yang mencengangkan adalah angka kematian akibat serangan hiu. Mamalia yang dikenal sebagai mesin pembunuh tercepat di lautan ini hanya mengakibatkan enam kasus kematian manusia per tahunnya.
© Dream
Dream - Angka kematian yang ditimbulkan nyamuk sangat tinggi berkat penyebaran virus Zika dan demam berdarah. Kedua penyakit akibat gigitan nyamuk ini begitu mematikan jika tidak segera ditangani.
Tetapi, penyakit akibat gigitan nyamuk yang paling mematikan sebenarnya adalah malaria.
" Harus diingat besarnya jumlah kematian akibat penyakit yang berhubungan dengan nyamuk ini berasal dari malaria," tulis Bill di situs blognya.
Penyakit malaria bertanggung jawab atas lebih dari separuh kematian terkait nyamuk, terutama di sub-Sahara Afrika. Tapi jumlah kematian akibat penyakit ini menurun.
Menurut data Organisasi Kesehatan Dunia WHO, antara 2000 hingga 2015, kematian akibat malaria turun 62 persen. Artinya 6,8 juta nyawa berhasil diselamatkan.
Sementara demam berdarah merupakan pembunuh nomor satu di kalangan anak-anak di beberapa negara Asia dan Amerika Latin. (ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya