Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
(ilmfeed.com)
Dream - Sebuah kisah mengharukan datang dari negeri Paman Sam, Amerika Serikat. Seorang ayah muslim, Abdul-Mumin Sombat Jitmoud dengan besar hati memaafkan tersangka pembunuh anak laki-lakinya saat menjalani persidangan di Pengadilan kota Lexington, Negara Bagian Kentucky, AS.
Pelaku pembunuhan anak laki-laki Abdul-Mumin adalah Trey Alexander. Ia tega menghilangkan nyawa Salahuddin Jitmoud saat tengah bekerja mengantar pizza.
Persidangan mengharukan itu terekam dalam sebuah video yang diunggah ke youtube oleh ilmfeed.com.
Dalam video terlihat Abdul-Mumin memanggil Trey dengan sebutan anakku dan keponakanku. Menandakan bahwa Abdul-Mumin Sombat Jitmoud benar-benar memaafkan Trey.
" Anakku, keponakanku, aku memaafkanmu atas nama Salahuddin dan ibundanya. Saya tidak menyalahkanmu atas kejahatan yang telah kau lakukan, saya tidak marah kepadamu telah menjadi bagian dari yang menyakiti putra saya. Saya marah pada Iblis, saya salahkan Iblis yang menyesatkanmu dan membuatmu melakukan kejahatan mengerikan ini. Saya sungguh merasa iba pada orangtuamu, mereka membesarkan kamu dan ingin kamu menjadi sukses. Kesuksesan kamu adalah kesuksesan mereka, kebahagiaan kamu adalah kebahagiaan mereka. Sekarang mereka harus menangis akibat kejahatan mengerikan (pembunuhan) yang telah kamu lakukan. Pemaafan dan pengampunan adalah hadiah terbesar dalam Islam. Saya harus mengeluarkan semua perasaan saya untuk memaafkan orang yang telah menjahati keluarga saya." Ucap Abdul.
Ibunda Trey yang menemani anaknya saat persidangan tak kuasa menahan tangis saat mendengar penyataan dari ayah korban, Abdul-Mumin Sombat Jitmoud.
Usai persidangan, kejutan lain diberikan si ayah dengan hati besar itu. Dia....
© Dream
Di akhir persidangan, Abdul-Mumin Sombat Jitmoud memeluk Trey dan terdengar suara tangisan sang ibu serta bisikan pemaafan dari Abdul-Mumin Sombat Jitmoud kepada Trey.
Meski sang ayah dari korban sudah memaafkan, namun pengadilan tetap memutuskan agar Trey tetap menjalani hukuman selama 31 tahun.
Bagi banyak orang, mungkin memaafkan seseorang yang telah membunuh anggota keluarganya adalah hal yang mustahil dilakukan.
© Dream
Tindakan yang dilakukan Abdul-Mumin Sombat Jitmoud menyadarkan kita bahwa masih ada kebaikan di dunia ini yang patut dihargai.
Berikut videonya...
(ilmfeed.com)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya