Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
(mirror.co.uk)
Dream - Duel antara seekor ular piton karpet melawan flying fox dalam sebuah video terlihat sangat sengit. Si piton karpet berukuran raksasa itu mencoba menelan secara utuh kelelawar yang ukurannya tak kalah besar.
Flying Fox atau bernama ilmiah Pteropus vampyrus merupakan salah satu spesies kelelawar terbesar. Di Indonesia hewan monster ini dikenal dengan sebagai Kalong atau Codot.

Kalong bisa tumbuh hingga memiliki bobot lebih dari satu kilogram. Sementara bentangan sayapnya bisa mencapai 1,7 sampai 2 meter.
Video itu berhasil direkam di Brisbane, Australia. Dalam video itu, si ular membelit tubuh kelelawar dalam posisi menggantung.
Ular itu mengandalkan lilitan ekornya pada dahan pohon. Sementara bagian atas tubuhnya melilit badan si kalong.

Selama setengah jam, kelelawar raksasa itu tampak tak bisa bergerak sama sekali. Gerakannya benar-benar terbatasi jeratan si ular.
Ular piton membelit dengan seluruh tubuhnya. Sementara sang kelelawar mengapit tubuh ular itu dengan sayapnya yang lebar.

Untungnya, ular piton itu akhirnya menyerah dan melepaskan mangsanya hingga jatuh ke tanah.
Video itu direkam oleh pawang ular bernama Tony Morrison. Dia mengunggah video itu di akun Facebooknya.
" Ular itu tidak bisa mengatasi sayap kelelawar dan memutuskan menyerah. Benar-benar menyerah setelah setengah jam mereka gulat, ular itu akhirnya melepaskan kelelawar tersebut," jelas Morrison kepada Mail Online.
Morrison menambahkan piton karpet sering ditemukan di area Brisbane. Tapi ular jenis ini bukan ancaman bagi manusia.

" Kami akhirnya memindahkan ular itu ke semak belukar, karena di daerah ini anak-anak menyeberang untuk sampai ke sekolah," lanjut Morrison.
Piton karpet sering ditemukan di pepohonan dan semak belukar. Mereka juga bergerak di area terbuka, seperti di atas tanah di hutan atau di permukaan batu.
Ukuran panjang rata-rata piton karpet dewasa mencapai 2 meter. Meski begitu, reptil ini bisa tumbuh hingga hampir 4 meter.
(ism, mirror.co.uk)
Baca Juga: Polisi Sampai Turun, Lihat Wajah `Kambing Iblis` Ini Video Detik-detik Gadis Kecil Digigit Anjing Laut Nelayan Ini Temukan Ikan Aneh, Astaga Lihat Kulitnya... Tangkapan Nelayan Ini Bikin Merinding, Dapat 'Alien' Bumi? Makhluk Mengerikan Penghisap Darah Ditangkap Warga
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya