7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Gedung Graha Garuda Tiara Indonesia (Foto: Merdeka.com)
Dream - Selama Orde Baru, pembangunan berjalan cukup baik. Banyak gedung berdiri di masa Pemerintahan Presiden Kedua Soeharto.
Salah satunya yaitu Gedung Graha Garuda Tiara Indonesia. Gedung ini dikenal dengan julukan Gedung Garuda Raksasa karena tata letaknya dibuat seperti Garuda Pancasila.
Gedung ini sempat jaya pada masanya. Tetapi, kini telah hilang tak berbekas.
Lokasi gedung di Jalan Narogong, Kampung Cibeureum, Kelurahan Cileungsi Kidul, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, kini rata dengan tanah. Tidak ada satupun sisa bangunan yang masih berdiri
Sekitar awal 2014 lalu, gedung itu dibongkar. Kini hanya tersisa hamparan tanah merah, beberapa bekas tiang yang jumlahnya tak banyak dan hutan bambu.
Dikutip dari Merdeka.com, gedung tersebut diketahui dibangun pada 1995 dan difungsikan sebagai wisma atlet untuk ajang SEA Games 1997 di Jakarta. Kala itu, Pemerintah mengerahkan ratusan pekerja untuk pembangunan gedung megah tersebut.
Sama seperti namanya, bentuk bangunan itu mirip burung Garuda Pancasila. Bagian bangunan yang berbentuk sayap digunakan sebagai wisma dengan total kamar mencapai 546.
Sementara bangunan yang menyerupai kepala dan dada burung Garuda difungsikan sebagai lobi dan ruang konferensi dengan daya tampung mencapai 3.000 orang. Sedangkan di bagian ekor, dibangun hotel lengkap dengan area parkir beserta landasan helikopter.
Graha Garuda juga dilengkapi fasilitas tambahan seperti lapangan tenis, lapangan basket, hingga kolam renang. Menurut informasi, pembangunan ini mencapai sekitar Rp75 miliar dengan nilai rupiah yang kala itu masih Rp2.194 per dolar AS.

Pembangunan tersebut berjalan dalam dua tahap. Pertama, dilakukan pembersihan lokasi di kebun karet dilanjutkan pembangunan pondasi pada 1995.
Kemudian pertengahan 1996, para buruh mulai bekerja siang hingga malam mengejar target pembangunan. Hasilnya, bentuk garuda pun mulai terlihat.
Lalu pada pertengahan 1998 bersamaan dengan lengsernya Soeharto, gedung Graha Garuda itu menjadi tak terurus. Bangunan itu dibiarkan terbengkalai selama bertahun-tahun.

Setelah terbengkalai, pada akhir 2000-an, aksi penjarahan gedung terjadi. Bangunan yang dulunya memiliki fasilitas megah jadi rusak.
Dari hasil pantauan satelit, bangunan itu masih berdiri kokoh dari 2006 sampai 2013. Kemudian pada 2014, Pemerintah memutuskan melakukan pembongkaran gedung Graha Garuda Tiara Indonesia.
Kini, berdasarkan peta dari Google Maps, bangunan tersebut sudah tidak tampak lagi. Tanah tempat dulunya bangunan itu berdiri, kini kosong dan hanya ditumbuhi tanaman liar.
Sumber: merdeka.com
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?