Mengintip Syiar Para Dai Jabar di Inggris Raya

Reporter : Muhammad Ilman Nafi'an
Minggu, 10 November 2019 17:14
Mengintip Syiar Para Dai Jabar di Inggris Raya
Ada lima ulama muda Jabar yang diberangkatkan ke Inggris dalam program Engslih for Ulama

Dream - Program English for Ulama besutan Pemprov Jawa Barat telah meluluskan lima dai. Mereka saat ini telah berada di Inggris Raya untuk mensyiarkan ajaran Islam.

Salah satu ulama yang berangkat, Ihya Ulumuddin. Pada 8 November 2019, Ihya didapuk menjadi khotib Sholat Jumat di Heriot-Watt University, Edindburg, Skotlandia.

Setelah itu, Ihya juga mengikuti perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW pada pukul 20.00 waktu setempat di Masjid Minhaj-ul-Quran, Rutherglen, Glasgow.

Peserta lain dalam program ini ada Hasan Al-Banna. Dalam kesempatan ini, Hasan sempat menjadi pembicara dalam dialog antaragama atau Thurrock Interfaith Roundtable Dialogue. Acara tersebut berlangsung di Grays, Thurrock, sekitar 30 kilometer dari timur London.

Dialog tersebut juga diikuti oleh ulama dari berbagai negara seperti, majelis Qaisar Abbas dan John Kent, Imam Grays Mosque Salim Rahman dan Abdul Rashid, juga Pendeta David Peterson (St. Clements Church) dan Matt Drummond (St. Stephens Church) serta Gayani Richpal Singh (Grays Gurdawara).

Total, ada 21 pemuka agama pada acara tersebut. Dalam kesempatan itu, Hasan juga memperkenalkan program English for Ulama kepada para peserta lain.

1 dari 6 halaman

Tujuan Program English for Ulama

" Kami dikirim oleh Gubernur Jawa Barat, provinsi terbesar di Indonesia, namanya Ridwan Kamil. Tujuannya adalah membawa kedamaian, salah satunya lewat dialog antaragama ini," ujar Hasan dikutip dari Merdeka.com, Minggu 10 November 2019.

Peserta yang berangkat dalam program English for Ulama itu bertujuan untuk menyerap nilai-nilai dan cara berperilaku penduduk lokal. Sehingga timbul rasa saling menghargai satu sama lain.

" Jadi, jembatan antara keyakinan-keyakinan (agama) tersebut adalah saling mendengarkan dan memahami sehingga muncul keharmonisan satu sama lain," kata dia.

(Sumber: )

 

2 dari 6 halaman

UNIPDU Gelar Pertemuan Pelajar Antaragama Asia Tenggara

Dream - Universitas Pesantren Tinggi Darul 'Ulum (Unipdu) Jombang, Jawa Timur akan menggelar pertemuan pelajar lintas agama se-Asia Tenggara, ASEAN Youth Interfaith Camp (AYIC) 2017. Acara yang bertema 'Tolerance in Diversity for A World Harmony' itu akan digelar pada 28-30 Oktober 2017 di kompleks Unipdu Jombang.

Acara ini akan mengagendakan sejumlah topik diskusi yang berhubungan dengan kerja sama dan dialog antaragama, toleransi, keseimbangan dan pandangan moderat.

Program ini rencananya akan dihadiri 110 partisipan dari anggota negara-negara Asia Tenggara yang tergabung dalam ASEAN Dialogue Partners.

Konferensi AYIC 2017 akan digelar selama dua hari dan diakhiri dengan disuguhi pementasan seni dan budaya. Di hari terakhir, peserta akan diajak berkeliling ke beberapa lokasi bersejarah.

Dua pembicara utama akan mengisi acara ini. Mereka yaitu Rektor Unipdu Prof. Ahmad Zahro dan Direktur Pusat Studi Asia Tenggara Unipdu, M.Zahrul Azhar atau dikenal publik sebagai Gus Han.

Acara yang digelar ini terselenggara berkat kerja sama Pusat Studi Asia Tenggara Unipdu dengan Kementerian Luar Negeri Indonesia dan Pusat Studi Asia Tenggara Universitas Gadjah Mada.

Bagi kamu yang tertarik, dapat mendaftar di laman berikut ini.

3 dari 6 halaman

Walikota Muslim Rotterdam Serukan Dialog Antaragama

Dream - Walikota Muslim Rotterdam, Belanda, Ahmed Aboutaleb menyerukan dunia untuk lebih mengutamakan dialog dalam menghadapi kelompok ektrimis yang mengatasnamakan. Menurutnya, dialog dan pendidikan merupakan sarana yang efektif untuk mengurangi kesalahan tafsir mengenai Islam.

" Ketegangan internasional berdampak pada masyarakat lokal. Untuk itu, harus ada ruang bagi bertemunya kemarahan dan kesedihan," ujar Ahmed dalam sambutannya pada pertemuan para pemimpin dunia membahas isu terorisme mengatasnamakan agama di Gedung Putih, seperti dikutip Dream.co.id dari NL Times, Kamis, 19 Februari 2015.

Ahmed meyakini jalan dialog dapat menekan berkembangnya potensi konflik menjadi lebih besar. " Kita harus memastikan konflik tidak berlanjut menjadi permusuhan di jalanan," terangnya.

Di samping itu, terang dia, komunitas Muslim akan lebih didengar melalui dialog ketimbang menggunakan kekerasan. Ia menganggap suara akan menjadi obat paling mujarab dalam menyelesaikan konflik.

" 16 juta Muslim di Eropa dan dua juta di Amerika dapat menunjukkan pada dunia bahwa keyakinan agamanya dapat berpadu secara sempurna dengan nilai-nilai yang dianut oleh masyarakat Barat," katanya.

Selain itu, Ahmed juga menekankan kekuatan akses pada informasi menjadi salah satu cara untuk menjaga keharmonisan. Tetapi, hal itu menuntut kerelaan para pemimpin untuk terlibat langsung dengan menyebar informasi seluas mungkin kepada masyarakat.

" Jika Anda tahu apa yang sedang terjadi di sebuah kota, Anda bisa cepat merespon dan meredam ketegangan di masyarakat, terutama pada kaum muda," ungkap dia.

Ketegangan atas nama agama yang terjadi di beberapa negara maju disebabkan pemikiran ektrimis yang tumbuh subur di kalangan anak muda. Hal ini lantaran tidak adanya pengetahuan yang cukup mengenai agama tertentu, khususnya Islam.

Belanda merupakan negara dengan jumlah populasi Muslim yang semakin bertumbuh. Saat ini, jumlah Muslim di Belanda mencapai 16 juta jiwa. Mereka kebanyakan berasal dari kawasan Turki dan Maroko.

 

[crosslink_1]

4 dari 6 halaman

Sebarkan Moderasi Beragama, 50 Guru Agama Dikirim ke Pedalaman

Dream - Sebanyak 50 guru Pendidikan Agama Islam dikirim ke daerah terdepan, terluar, dan tertinggal, Senin 15 Juli 2019. Mereka bertugas mengajar dan menyebarkan moderasi beragama.

" Guru agama ikut menyebarkan tentang moderasi beragama, yaitu beragama secara moderat, tidak liberal dan radikal," ujar Sekretaris Direektorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama, Imam Safei, dikutip dari kemenag.go.id.

Safei mengingatkan, seorang guru diharapkan tidak terpengaruh bahkan terlibat dalam politik praktis. " Saya minta Kepala Bidang dan Kepala Seksi mengawal guru bina kawasan di daerah," ucap dia.

Kepala Sub Bagian Tata Usaha Ditjen Pendais Kemenag, Nasri, mengatakan, 50 guru yang mendapat tugas mengajar di wilayah perbatasan itu terdiri dari peserta lama dan peserta baru.

" Ada 50 guru bina kawasan yang terbagi dari 25 peserta lama yaitu peserta tahun 2017/2018, dan peserta baru yang mendaftarkan diri pada tahun ini," kata Nasri.

Para guru tersebut tinggal dan mengajar perbatasan selama 12 bulan. Mereka akan dikirim ke 47 Kabupaten yakni, Aceh Singkil, Pandeglang, Seluma, Pohuwato, Boalemo, Gorontalo Utara, Bengkayang, Sambas, Hulu Sungai Utara, Seruyan, Mahakam Ulu, Berau, Nunukan, Lampung Barat, Lampung Pesisir Barat, Kepulauan Aru, Lombok Barat, Lombok Tengah, Lombok Timur, Sumbawa Barat, Sumbawa, Dompu, Bima, Sumba Timur, Belu.

Kemudian Timor Tengah Utara, Timor Tengah Selatan, Rote Ndao, Ende, Sorong, Polewali Mandar, Janeponto, Banggai, Buol, Toli-Toli, Banggai Laut, Donggala, Konawe, Konawe Kepulauan, Bombana, Talaud, Solok Selatan, Pasaman Barat, Musi Rawas utara, Nias, Nias Utara, Nias Selatan.

5 dari 6 halaman

Kemenag Uji Sahih Terjemahan Alquran

Dream - Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an (LPMQ) Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama akan menyelenggarakan Ijtimak Ulama Alquran Tingkat Nasional. Kepala LPMQ, Muchlis M Hanafi mengatakan, ijtimak yang digelar di Bandung, 8 hingga 10 Juli 2019, ini mengusung tema “ Uji Sahih Terjemahan Al-Qur’an Edisi Penyempurnaan”.

Muchlis mengatakan, ada dua agenda besar yang akan dibahas pada Ijtimak Ulama Al-Qu'ran Tingkat Nasional. Dia menyebut, agenda pertama yaitu seminar penerjemahan Alquran. Seminar ini didiskusikan kajian seputar penerjemahan Alquran dan upaya penerjemahan Alquran.

Sejumlah narasumber yang akan hadir yaitu, Thomas Djamaluddin, Zainul Majdi, Dadang Sunendar, dan Said Agil al-Munawwar.

“ Agenda kedua adalah pembahasan terjemahan Alquran Kementerian Agama Edisi Penyempurnaan juz 21 hingga juz 30. Ini merupakan kelanjutan dari Mukernas Ulama Alquran tahun 2018 yang telah membahas juz 1 hingga juz 20,” kata Muchlis melalui keterangan tertulisnya, Selasa, 2 Juli 2019.

Muchlis menyebut, penyempurnaan terjemah Alquran merupakan rekomendasi dari Mukernas Ulama Alquran 2015.

6 dari 6 halaman

Apa yang Disempurnakan?

Pelaksanaan penyempurnaan terjemah ini, kata Muchlis, dilakukan melalui lima rangkaian kegiatan. Pertama, konsultasi publik ke komunitas-komunitas tertentu, mulai dari perguruan tinggi, MUI, dan pesantren untuk menjaring masukan dan saran konstruktif untuk penyempurnaan terjemahan Alquran.

Kedua, konsultasi publik secara daring melalui portal konsultasi publik. Ketiga, penelitian lapangan terkait penggunaan terjemahan Alquran di masyarakat.

Keempat, sidang reguler anggota tim pakar kajian. Kelima, uji publik atau uji sahih hasil kajian dan penyempurnaan terjemahan Alquran melalui forum ilmiah yang dihadiri para ulama dan pakar Alquran dari pelbagai provinsi di Indonesia.

“ Ada beberapa aspek yang disempurnakan, di antaranya aspek bahasa, substansi atau makna, dan konsistensi,” ucap dia.

Ijtimak Ulama Al-Qur’an Tingkat Nasional akan diikuti 110 peserta, diantaranya para ulama, akademisi, dan pemerhati kajian tafsir dan ilmu Alquran dari unsur Kementerian Agama, Majelis Ulama Indonesia (MUI), Badan Pengembangan Bahasa dan Perbukuan Kemendikbud, Dosen Perguruan Tinggi Islam, Ulama dan Pengasuh Pondok Pesantren, Asosiasi Ilmu Al-Qu'ran, dan Pusat Studi Al-Qur'an.

“ Ijtimak Ulama Al-Qur’an Tingkat Nasional ini diharapkan menjadi sarana uji publik atau uji sahih terjemah Alquran edisi penyempurnaan. Kegiatan ini juga diharapkan menghasilkan rekomendasi sebagai panduan dan bahan pertimbangan untuk kajian Alquran di masa yang akan datang,” ujar dia.

Beri Komentar
Pengalaman Hidup Berharga Chiki Fawzi di Desa Ronting